Manuskrip 'Doa Perampok', Bukti Jiwa Nasionalisme Syaikhona Kholil Membara

Salah satu manuskrip tulisan tangan Syaikhona Kholil. (ft/clicks.id) Salah satu manuskrip tulisan tangan Syaikhona Kholil. (ft/clicks.id)

SURABAYA: Berbagai bukti otentik terkait jasa besar Syaikhona Kholil dalam menumpas penjajahan di Indonesia diungkap dalam Seminar Nasional berteman 'Syaikhona Kholil Guru Para Pahlawan' yang digelar Partai Nasdem di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Sabtu 20 Maret 2021.

Dua diantaranya adalah manuskrip tentang semangat nasionalisme yang mengelora dalam jiwa Syaikhona Kholil. Tulisan tangan ulama asal Bangkalan, Madura  berusia ratusan tahun itu menunjukkan kemarahannya kepada penjajah Hindia-Belanda.

Salah satu catatan Syaikhona Kholil mengutip dari hadist yang berbunyi, Hubbul Wathon Minal Iman. Tulisan asli ini menjadi bukti penanaman nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan Syaikhona Kholil kepada para santri-santrinya.

Manuskrip kedua adalah tulisan tangan Syaikhona Kholil di atas amplop surat Atase Pemerintahan Hindia-Belanda Surabaya. Surat ini  dikirim kepada Syaikhona Kholil.

Diatas kop amplop "Scheenpsgentur Voorheen J.Daendels & Co, Gravenhage, Batavia, SEMARANG, SOERABAIJA, PADANG, MACASSER, SINGAPORE terdapat tulisan tangan berisi doa dengan menyebut Hindia Belanda sebagai pencuri dan perampok. Doa itu berbunyi:  

"Ya Allah, bahwa ini (pemerintah Hindia-Belanda) adalah Perampok dan Pencuri, maka potonglah tangan dan kakinya,"

Dr. Muhaimim, Ketua Tim Kajian Akademik & Biografi Syaikhona Kholil mengatakan manuskrip ini dijamin asli tulisan tangan dari Syaikhona Kholil.

"Ini menunjukkan keteguhan sikap Syaikhona Kholil terhadap pemerintahan Hindia Belanda yang diibaratkan sebagai pencuri dan perampok yang wajib dilawan dan diadukan ke Tuhan, " ucapnya.  

Bukti-bukti ini nantinya akan menjadi dasar meminta pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil.


(TOM)

Berita Terkait