SURABAYA: Dampak pandemi menyuluruh ke semua sektor, termasuk bidang kontruksi. Tercatat, selama pandemi ini ada 60 persen SDM sektor kontruksi menganggur.
Hal itu diungkap Ketua Umum Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) Mochammad Soleh. Menurutnya, kebanyakan SDM yang menganggur tersebut merupakan pekerja yang mengerjakan proyek pemerintah.
"Sebab hampir 90 persen proyek pemerintah dihentikan. Kecuali sektor kesehatan yang terkait dengan pandemi," ungkapnya.
Menurut Soleh, proyek swasta yang jalan adalah proyek pengembang perumahan atau konstruksi yang masih memiliki modal besar. Sementara proyek pribadi juga masih jalan karena sebelumnya terdorong kebutuhan saat Ramadan dan Idul Fitri di April dan Mei 2020 ini.
"Tapi, karena kontribusi proyek pemerintah besar sehingga jumlah yang terdampak besar. Pengguna jasa aplikator di proyek pemerintah itu mencapai 50 persen, swasta 30 persen, pribadi 10-20 persen," kata Soleh.
Terkait upaya meningkatkan SDM, HAPI juga mulai menggelar pelatihan aplikator pemasang atap baja ringan, salah satunya yang digelar di kawasan Mastrip, Surabaya.
Dijelaskan Soleh, pelatihan aplikator yang berujung dengan pemberian sertifikat keterampilan profesi dilakukan dalam jumlah yang banyak.
Pelatihan dilakukan dengan protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan sebelum masuk gedung, pakai masker, penggunaan desinfektan, hingga kapasitas ruangan yang hanya 50 persen, karena wajib menjaga jarak fisik.
"Hal itu karena dalam pelatihan ini ada praktik. Praktik tentunya bisa dilakukan secara online tapi perlu inspeksi secara langsung sebagai bentuk pertanggungjawaban atas sertifikat yang akan dikeluarkan sehingga diperlukan protokol kesehatan," pungkasnya.
(ADI)