Ciptakan Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswa SMA Gresik Juarai Kompetisi Internasional

Amalia Dwi Berliyant dan dua temannya tengah menyuling aun kelor dan etanol sebelum dicampur dengan zat lain untuk jadi obat kumur (Foto / Metro TV) Amalia Dwi Berliyant dan dua temannya tengah menyuling aun kelor dan etanol sebelum dicampur dengan zat lain untuk jadi obat kumur (Foto / Metro TV)

GRESIK : Tiga siswa SMA Muhammadiyah 10 di Gresik, Jawa Timur berhasil menyabet juara kedua dalam lomba World Invention Competition and Exhibition di Malaysia via daring. Para siswa ini mampu menyisihkan 136 peserta dari 13 negara di dunia melalui inovasi obat kumur pembunuh kuman alami yang terbuat dari daun kelor.

Mereka Amalia Dwi Berliyanti, Auliya' Nabilah Sya'ban dan Arina Felisia Rahma. Ketiganya memilih daun kelor lantaran daun ini dinilai memiliki banyak manfaat dan vitamin dan banyak dijumpai di sekitar pekarangan rumah mereka.

Selain memiliki banyak kandungan vitamin, dari penelitian siswa daun kelor juga mampu melawan bakteri streptococcus mutants yang bisa menyebabkan gigi berlubang. 

Amalia mengatakan, ide pembuatan obat kumur alami dari daun kelor ini lantaran di tengah pandei covid 19 dirinya ingin tetap produktif meski hanya sekolah di rumah. 

"Selain itu, daun kelor juga banyak dijumpai di pekarangan rumah. Tetapi belum dimanfaatkan maksimal," terangnya.

Obat kumur dari daun kelor ini dinilai lebih aman apabila tertelan karena menggunakan bahan baku alami. Berbeda dengan obat kumur yang ada di pasaran, banyak menggunakan obat kimia, karsinogenik. 

"Bahan itu yang bisa menyebabkan sakit ginjal dan kanker apabila tertelan terus-terusan," katanya. 

Untuk membuat obat kumur daun kelor ini cukup mudah. Daun kelor yang sudah dibersihkan dijemur dan digiling untuk diambil sarinya dengan mencampurkan etanol selama 5 hari. 

Setelah itu, dilakukan proses penyulingan pemisahan endapan daun kelor dan etanol. Lalu, endapan daun kelor dicampur minyak asiri papermint, sorbitol, gom aram dan menyampurnya dengan aquades. 

"Pihak sekolah akan terus meningkatkan hasil penelitian siswa ini agar kedepan bisa diproduksi secara massal dan dinikmati oleh masyarakat luas," kata  Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 10 Gresik, Isa Iskandar.


(ADI)

Berita Terkait