Langgar PPKM, Walikota Malang Diruwat Warganya

Aktivis membawa tumpeng dan dupa untuk ritual buang sial terhadap Walikota Kota Malang, Sutiaji yang melanggar PPKM (Foto / Metro TV) Aktivis membawa tumpeng dan dupa untuk ritual buang sial terhadap Walikota Kota Malang, Sutiaji yang melanggar PPKM (Foto / Metro TV)

MALANG : Puluhan masyarakat mendatangi Balai Kota Malang, Rabu 22 September 2021. Namun tangan mereka tak kosong, mereka datang dengan membawa tumpeng dan dupa. Mereka ingin meruwat Walikota Malang, Sutiaji buntut pelanggaran PPKM Level 3 saat memaksa masuk ke Pantai Kondang Merak beberapa hari lalu.

Dalam tradisi Jawa, Ruwatan berasal dari kata ruwat dalam bahasa jawa, yang memiliki arti membuang sial. Nah tumpeng dan dupa tersebut dibawa untuk mendoakan Walikota Malang, Sutijai agar sadar. Aksinya yang dianggap semena-mena sebagai pejabat itu dinilai melukai hati rakyat Malang.

"Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga atas pelanggaran PPKM walikota dan pejabat di lingkup Pemkot Malang. Mereka melanggar aturan saat menggelar gowes wisata di pantai Kondang Merak akhir pekan kemarin," kata Koordinator aksi, Danny Agung.

Baca Juga : Stres Menganggur, Pria di Blitar Ini Mengaku Mampu Merubah Batu Kali Jadi Berlian, Parahnya Ada yang Percaya
 
Selain memngadakan ruwatan, masyaraikat yang tergabung dalam Jaringan Aliansi Aktivis Malang Raya ini juga mendesak Sutiaji meminta maaf secara terbuka dan mendesak polres malang mengusut tuntas kasus tersebut. Meski berlangsung damai,  aksi simpatik ini dijaga ketat sejumlah personel kepolisian dan satpol PP.

Danny mengatakan massa mencatatpelanggaran serupa pernah dilakukan walikota Malang, Sutiaji saat merayakan hari ulang tahunnya di massa PSBB April 2020 silam.

"Jadi ini bukan pertama kalinya," terangnya.

Diketahui rombongan gowes Walikota Malang, Sutiaji dikecam warganet usai menerobos masuk ke Pantai Kondang Merak saat situasi PPKM Level 3 diberlakukan. Padahal pantai dipastikan tutup. Meski sudah mendapat hadangan dari personel polsek setempat, rombongan ini justru menerobos barikade yang terpasang di pintu masuk lokasi wisata.

Tak hanya itu, rombongan juga tertangkap kamera dan video foto bersama dan bersenang-senang di pantai viral dimedia sosial. Bupati Malang juga menegaskan jika aksi Walikota Malang itu tak ada izin masuk dan tak ada koordinasi dengan pemerintah setempat.


(ADI)

Berita Terkait