Ngeri, Lama Tak Ada Kegiatan Belajar, Sekolah di Banyuwangi Jadi Sarang King Kobra

20 telur kobra diamankan petugas Damkar usai mendapat laporan sekolah yang dijadikan sarang ular (Foto / Istimewa) 20 telur kobra diamankan petugas Damkar usai mendapat laporan sekolah yang dijadikan sarang ular (Foto / Istimewa)

BANYUWANGI : Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al-A'la di Dusun Pancursari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, mendadak geger lantaran ditemukannya ular King Cobra di antara tumpukan genting. Tak hanya seekor ular kobra, sebanyak 20 butir diduga telur ular juga ditemukan di area sekolah.

Temuan sarang ular itu berawal saat itu empat orang memindah genting yang akan segera dipakai untuk ruang kelas baru. Namun tiba-tiba saja seekor ular muncul dan siap menyerang karena merasa terancam. “Saat tukang kebun bersama 4 orang rekannya memindah genting, tiba-tiba mereka disambut satu ekor ular yang berdiri kurang lebih 1 meter,” ujar Marhaban (52) salah satu guru di MI Al-A'la.

"Ular tersebut panjangnya kira-kira 2 meter, sebesar lengan tangan saya,” imbuhnya.

Usai kemunculan ular berbisa itu, lanjut Marhaban, pihak sekolah melakukan pengecekan dengan membongkar sisa tumpukan genting dan batu. Hasilnya, ada 20 butir telur yang diduga merupakan telur ular. Pihak sekolah lantas menghubungi Damkar Banyuwangi untuk meminta bantuan.

BACA JUGA : Hujan di Musim Kemarau? Begini Penjelasan BMKG

“Saya periksa di lokasi yang ditunjuk adanya ular itu, yang saya temukan hanyalah sarang dan telur berjumlah 20 butir," ujar salah seorang petugas Damkar bernama Aden.

Meski sudah berusaha mencari untuk dilakukan evakuasi, Damkar Banyuwangi belum berhasil menemukan ular kobra yang sempat menakuti tukang kebun dan guru sekolah itu. “Kemungkinan larinya ke sawah, saya juga periksa gudang yang berdekatan dengan sarang, tapi belum ditemukan," tegas Aden.

 


(ADI)

Berita Terkait