BALI: Beragam cinderamata diberikan pada para delegasi dan tamu penting dari negara peserta G20 yang digelar di Bali, Indonesia, pada 15 -16 November 2022. Cnderamata sebagai kenang-kenangan pagelaran G20 dipastikan tidak akan terlupakan.
Mengintip dari akun instagram @kemensetneg.ri, setiap suvenir memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing. Bahkan setiap cinderamata juga berasal dari beberapa daerah yang berbeda.
1. Kain batik Mangrove
Merupakan batik yang bahan pewarnanya berasal dari limba hutan bakau (buah atau batang yang sudah busuk) dengan motif bertema keanekaragaman pesisir.
2. Kerajinan Gading Kulit Abalone
Mengambil model menyerupai gading gajah yang elegan untuk dekorasi. Produk kerajinan perak ini terbuat dari ukiran perak 925 dengan bahan dasar kulit kerang abalone yang dibudidaya.
3. Kerajinan perak rumah adat
Mengambil model rumah adat Tongkonan dari Toraja, Sulawesi Selatan, produk perak ini juga mencakup pasangan pria dan wanita yang memakai busana adat Toraja.
4. Patung Uang Kepeng Lumbung Bali
Produk patung uang kepeng dibuat dari limbah logam yang sudah tidak terpakai dan dilebur kembali dengan titik didih hingga 950 derajat celcius, hingga menjadi produk dengan nilai seni tinggi.
5. Kerajinan perak alat musik daerah 'Sape'
Mengambil model alat musik dari Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan, produk kerajinan perak ini terbuat dari perak 9225 dengan ukiran khas.
6. Patung Resin 'Wanita Membatik'
Patung berbahan fiber perempuan membatik karya Johan Abi Tobing, seorang pematung kelahiran Kefamenanu Timor, NTT. Ia belajar mematung secara otodidak di bawah bimbingan maestro seni patung Indonesia yakni Dolorosa Sinaga. Patung ini bermakna wanita berperan penting dalam melestarikan budaya bangsa.
7. Keris
Keris Nogosari Ladrang Jogja berbahan perak lapis emas. Dibuat di Desa Aeng Tong Tong, Madura yang memiliki tradisi dalam pembuatan keris.
(TOM)