Hujan Es Disertai Angin Kencang Tumbangkan 9 Pohon di Malang, 1 Mobil Ringsek

Pohon tumbang di Malang hancurkan mobil (Foto / Metro TV) Pohon tumbang di Malang hancurkan mobil (Foto / Metro TV)

MALANG : Hujan deras dan angin kencang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Malang. Satu unit mobil bahkan ringseng akibat tertimpa pohon besar. Beruntung tidak ada korban dalam insiden ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Alie Mulyanto mengatakan, terdapat sembilan pohon tumbang di sembilan titik dalam peristiwa ini. Adapun sembilan titik itu yakni Jalan Danau Kerinci, Kecamatan Kedungkandang, Jalan dr. Cipto Kecamatan Klojen, Jalan Parangtritis Kecamatan Klojen, dan di SPBU bensin Sulfat, kawasan Sawojajar Kota Malang.

Selanjutnya pohon tumbang juga terjadi di Jalan Timah Kecamatan Blimbing, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo Kecamatan Blimbing, depan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 24 Kecamatan Bimbing, Jalan BS Riadi Kecamatan Klojen, dan Jalan Kaliurang Barat Kecamatan Klojen. Satu mobil dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang. Kejadian itu terjadi di Jalan Parangtritis, Kecamatan Klojen, tetapi pihak BPBD Kota Malang belum menerima adanya laporan korban jiwa akibat kejadian itu.

"Untuk di Jalan Parangtritis, pohon tumbang menimpa sebuah mobil, tidak ada korban jiwa. Sampai saat ini belum ada laporan terkait korban jiwa," katanya.

Baca Juga : Ini Aturan Mobilitas Warga Jatim saat Libur Panjang Nataru

Sebelumnya diberitakan hujan es disertai angin kencang menerjang sebagian wilayah barat Kota Malang. Hujan es ini terjadi sekitar pukul 12.55 hingga 13.00 WIB, pada Kamis siang (23/12/2021), belum ada laporan mengenai korban jiwa atau pun luka-luka. Tetapi dari informasi yang dihimpun beberapa rumah rusak salah satunya di Jalan Terusan Laksda Adi Sucipto RT 6 RW 4, Kelurahan Pandanwangi, Jalan Raya Sulfat sebelum SPBU, dan Kelurahan Purwantoro RT 8 RW 15, rusak akibat terjangan hujan disertai angin kencang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang menyatakan fenomena hujan es disebabkan adanya awan Cumulonimbus (CB) yang terbentuk akibat pemanasan terik pada siang hari. Fenomena hujan es bersifat sangat lokal atau berada pada kisaran 5-10 kilometer dan dalam waktu yang singkat. Selain itu, kecil kemungkinan untuk terjadi kembali di tempat yang sama.

BMKG Malang menyatakan bahwa cuaca ekstrim pada masa pergantian musim merupakan hal yang wajar. Sehingga, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap fenomena cuaca ekstrim, termasuk dampak yang ditimbulkan.

 


(ADI)

Berita Terkait