SURABAYA: Badai virus korona (covid-19) menerpa lingkungan aparatur sipil negara (ASN) Jawa Timur. Tercatat, 19 orang pegawai dinyatakan positif covid-19.
Jumlah kasus positif di lingkungan ASN Jatim ini masih bisa bertambah karena ratusan pegawai lainnya masih menunggu hasil swab setelah dinyatakan reaktif dalam rapid test.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim, Nurkholis, mengatakan 7.286 ASN telah melakukan rapid test covid-19 massal, Selasa, 23 Juni 2020.
Hasilnya, ada 218 pegawai dinyatakan reaktif covid-19. Dari 218 ASN itu, 174 orang di antaranya sudah melakukan tes usap. Sedangkan sisanya masih menunggu hasil dan giliran tes Swab.
"Dari kegiatan itu, 19 orang terkonfirmasi covid-19 sedangkan 38 orang negatif. Sementara pegawai yang belum dites usap 49 orang sedangkan 125 orang masih menunggu hasil swab," beber Nurkholis, di Gedung BPSDM Jatim, Surabaya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan, pandemi covid-19 belum berakhir. Ia menyebutkan kecepatan dan peningkatan penularan covid-19 masih terus terjadi.
"Sehingga kita semua jangan berlonggar-longgar ria meski sudah tidak ada lagi PSBB di Surabaya Raya. Sebelum vaksin covid-19 ditemukan, vaksin paling ampuh adalah disiplin," tegas Khofifah.
Terkait ASN Pemprov Jatim yang reaktif rapid test dan positif hasil tes swab, Khofifah mengimbau agar tidak panik dan senantiasa menjaga imun tubuh supaya cepat sembuh.
Bagi ASN yang reaktif dirawat di kantor BPSDM Jatim. Sedangkan yang positif gejala ringan dan sedang langsung ditangani di RS Lapangan Covid-19.
(TOM)