PAMEKASAN : Pemekasan memiliki klaster penyebaran covid-19 baru. Penyebabnya, salah seorang wartawan dinyatakan reaktif setelah melakukan rapid test.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pamekasan Sigit Priyono mengatakan yang bersangkutan saat ini sudah diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Swab pun sudah dilakukan dan saat ini masih menunggu hasilnya.
"Rapid test ini dilakukan lantaran adanya salah seorang wartawan yang meninggal dalam status PDP," ungkap Sigit.
Untuk itu, puluhan wartawan yang bertugas di Kabupaten Pamekasan menjalani rapid test pada Jumat 12 Juni 2020.
Selain sebagai tindak lanjut adanya wartawan dengan status PDP yang meninggal dunia, tes cepat gratis bagi para insan pers ini juga dilakukan sebagai upaya untuk memberikan layanan dan kenyamanan bagi para wartawan.
"Dengan adanya hasil reaktif dari rapid test kemarin ini di satu sisi menunjukkan adanya penambahan klaster, tapi kami berharap hasil uji laboratiumnya nanti negatif," ujar Sigit.
Sebelumnya, tim medis Pemkab Pamekasan menemukan beberapa klaster penyebaran virus corona, antara lain klaster haji dan pedagang.
Sementara itu, berdasarkan data terkini tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pamekasan, hingga 13 Juni 2020 ini terdata sebanyak 83 orang masuk dalam kategori pasien dalam pemantauan (PDP). Perinciannya, sebanyak 42 orang dalam pengawasan, 23 orang selesai diawasi dan sebanyak 18 orang meninggal dunia.
Warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 56 orang, dengan perincian 33 orang dalam perawatan, 10 orang sembuh dan sebanyak 13 orang meninggal dunia.
Sementara jumlah orang dalam pemantauan dalam kasus ini sebanyak 531 orang dengan perincian, selesai dipantau sebanyak 472 orang dan sedang dalam pemantauan petugas medis sebanyak 59 orang.
(ADI)