SURABAYA : Setelah melakukan tes usap terhadap lima ribuan warga Surabaya, dua mobil laboratorium PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakhiri masa tugasnya. Sejumlah petugas pun berpamitan kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini
"Terima kasih mas-mas dan mbak-mbak. Sudah melayani masyarakat Surabaya selama beberapa minggu ini. Matur nuwun (terima kasih,red)," ungkap Risma
Selain itu, Risma juga menyampaikan permohonan maaf jika selama berada di Surabaya terdapat hal yang kurang berkenan. Risma kemudian memberikan beragam kenang-kenangan cenderamata kepada mereka, mulai dari patung lampu hias ikon Suroboyo hingga kain batik buatan UMKM Dolly.
Sementara itu, Kapten Mobil Laboratorium PCR BNPB Sandi Andika mengatakan selama berada di Surabaya ini bakal menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Apalagi masyarakat di Kota Pahlawan orangnya ramah-ramah.
"Orangnya ramah dan menyenangkan. Banyak cerita lucu dan menarik di sini," kata Sandi.
Ia mengatakan mobil laboratorium PCR dari BNPB ini fokus pada tes usap untuk masyarakat. Sejak awal dioperasikan hingga Selasa (16/6), mobil ini telah melakukan sekitar 5 ribu tes usap. "Untuk kategori usianya beragam. Ada yang anak kecil sampai usia lanjut," katanya.
Kapten Mobil Laboratorium PCR ini juga menceritakan antusias warga yang tinggi dalam mengikuti tes usap. Selama beberapa pekan di Surabaya, jumlah pasien yang dites sudah ribuan seperti misalnya yang sebelumnya dilakukan di Gelora Pancasila dan Hotel Asrama Haji.
"Antusias warga Surabaya cukup tinggi angkanya. Hanya ada satu dua orang yang akhirnya tidak jadi tes usap setelah registrasi," katanya.
Sandi menyebut dalam satu mobil laboratorium PCR itu terdapat enam orang yang mengendalikan. Enam orang tersebut masing-masing punya tugas dan fungsi. Mereka terdiri dari kapten, asisten kapten, swaber, ekstracen, analis dan petugas perawatan.
(ADI)