6 Eksperimen Terlama di Dunia hingga Masuk Rekor Guinness Book

Ilustrasi / Medcom.id Ilustrasi / Medcom.id

SURABAYA : Sederet eksperimen terlama di dunia, bahkan salah satunya masuk ke dalam Guinness Book of Records. Percobaan, yang juga dikenal sebagai eksperimen, adalah serangkaian tindakan dan pengamatan yang dilakukan untuk menguji hipotesis atau mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara fenomena. Adapun eksperimen terlama di dunia sebagai berikut.

1. Eksperimen Bel Berdering

Sejak tahun 1840, sebuah eksperimen dengan bel listrik telah berlangsung di serambi Laboratorium Clarendon di Universitas Oxford. Eksperimen ini menggunakan dua "tumpukan kering" volta yang terhubung dengan lapisan isolasi belerang, dan tumpukan tersebut dihubungkan ke dua lonceng. Guinness Book of Records mengakui bel ini sebagai "baterai paling tahan lama di dunia", meskipun pada akhirnya lonceng akan berhenti berdering ketika energi elektrokimia atau gentanya habis.

2. Jam Beverly

Di Universitas Otago di Dunedin, Selandia Baru, terdapat Jam Beverly yang telah berdetak sejak tahun 1864. Jam atmosfer ini belum pernah diubah, meskipun kadang-kadang berhenti berdetak ketika departemen fisika melakukan pemindahan lokasi. Jam Beverly juga dikenal sebagai salah satu jam yang sangat andal dalam ketepatan waktunya.

3. Eksperimen Gunung Vesuvius

Untuk memantau gunung berapi yang sedang tidur seperti Vesuvius, Observatorium Vesuvius telah memantau aktivitas seismik sejak tahun 1841. Data ini digunakan untuk memprediksi kemungkinan letusan di masa depan. Observatorium awalnya terletak di sisi gunung berapi tersebut, tetapi kemudian dipindahkan ke Naples pada tahun 1970. Di fasilitas pemantauan ini, para ilmuwan terus memantau beberapa gunung berapi dengan tujuan memperkirakan waktu letusan selanjutnya.

baca juga : Posisi Tutup Tangki Bahan Bakar Mobil Berbeda-beda, Ternyata Ini Alasannya

4. Eksperimen Perkecambahan William James Beal

Pada tahun 1879, seorang ahli botani Amerika bernama William James Beal melakukan eksperimen perkecambahan. Ia mengisi 20 botol dengan campuran pasir dan biji-bijian dari berbagai tumbuhan, lalu mengubur botol-botol tersebut dengan posisi terbalik untuk mencegah masuknya air ke dalam campuran. Tujuan utama eksperimen Beal adalah untuk mengetahui apakah biji-bijian dapat tetap berkecambah setelah berada dalam kondisi tidak aktif dalam jangka waktu yang sangat lama.

Setiap lima tahun pada awalnya (sekarang setiap 20 tahun), salah satu botol digali oleh para peneliti dan biji-bijian ditanam untuk melihat apakah ada yang tumbuh. Pada tahun 2000, dua dari 21 spesies tumbuhan di dalam botol tersebut berhasil berkecambah. Botol berikutnya akan digali pada tahun 2020, dan eksperimen ini dijadwalkan selesai pada tahun 2100.

5. Rotasi Lama Kapas

Sejak tahun 1896, para ilmuwan di Universitas Auburn di Alabama telah melakukan eksperimen kesuburan tanah di sebuah lahan seluas satu hektar yang terletak di sebelah selatan kampus. Eksperimen ini, yang dikenal sebagai "Rotasi Lama", menjadi tempat bersejarah nasional dan merupakan yang pertama kali menunjukkan bahwa rotasi tanaman kapas dan kacang-kacangan dapat mendukung tanaman kapas secara berkelanjutan.

baca juga : 10 Hewan dengan Durasi Umur Terlama di Bumi, Bahkan Berpotensi Hidup Selamanya

6. Studi Jantung Framingham

Studi Jantung Framingham telah melibatkan ribuan pria dan wanita berusia antara 30 dan 62 tahun di Framingham, Massachusetts, selama lebih dari 65 tahun. Para peserta ini telah dipantau oleh para peneliti di National Heart, Lung, and Blood Institute dan Boston University untuk memeriksa penanda dan faktor risiko penyakit jantung. Pemantauan yang berkelanjutan terhadap tiga generasi peserta telah membantu para peneliti mengidentifikasi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

 


(ADI)

Berita Terkait