Ratusan Pasien Korona Keluhkan Penanganan Selama Isolasi

Ratusan  pasien yang menjalani isolasi di IAIN Tulungagung mengeluh lantaran minimnya fasilitas (foto/metrotv) Ratusan pasien yang menjalani isolasi di IAIN Tulungagung mengeluh lantaran minimnya fasilitas (foto/metrotv)

TULUNGAGUNG : Ratusan pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang di karantina di rusunawa IAIN Tulungagung mengeluh. Penanganan pasien dianggap tak manusiawi dari pemerintah setempat.  Selain itu, mereka juga stress lantaran minimnya fasilitas yang disediakan.   

Keluhan itu disampaikan saat kedatangan petugas dari Dinas Kesehatan Tulungagung, Rabu 24 Juni 2020.  Mereka mengeluhkan penanganan yang diberikan oleh pemerintah selama menjalani isolasi. Sebab, para pasien ini hanya diberikan sosialisasi protokol kesehatan covid-19 dan minimnya pendekatan secara manusiawi. 

Bahkan awal diketahui terjangkit virus korona, banyak dari pasien tersebut tanpa diberikan pengertian sewajarnya untuk menjalani isolasi massal  dan lebih terkesan dipaksa untuk di karantina agar tidak menulari warga lainnya. Sehingga selama menjalani karantina di rusunawa IAIN Tulungagung kurang nyaman. 

"Kami ini jenuh, merasa dipaksa dikarantina dengan penanganan yang seadanya. Apalagi fasilitas yang ada di karantina sangat minim sekali," ungkap salah satu pasien. 

Menanggapi hal itu,  Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rokhmad mengatakan selain akan menyediakan tim dukungan psikologis yang bekerja dengan instansi terkait, pihaknya juga telah menambah sejumlah televisi.

"Ya supaya mereka tidak jenuh," ungkapnya. 

Hingga Selasa 23 Juni 2020, jumlah komulatif positif covid-19 di Tulungagung sebanyak 221 orang, pasien sembuh sebanyak 58 orang  dan meninggal dunia 2 orang. Sedangkan yang menjalni isolasi di IAIN Tulungagung terdapat 118 pasien, 19 diantaranya masih anak-anak.  


(ADI)

Berita Terkait