PONOROGO : Tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak masih saja dilakukan sebagian masyarakat di Ponorogo, Jawa Timur . Terpantau sejak hari h lebaran hingga hari kedua ini, ratusan balon udara tanpa awak terlihat terbang menghiasi langit Ponorogo. Padahal, balon udara tanpa awak tersebut dapat menimbulkan bahaya karena membawa petasan dan juga sumbu api.
Balon udara tanpa awak ini biasa terlihat beterbangan di Ponorogo pada pagi hari. Setiap balon yang diterbangkan membawa ratusan butir petasan yang meledak di udara hingga menimbulkan suara gemuruh. Pemandangan seperti ini ramai terlihat sejak hari pertama Idul fitri. Balon udara terbuat dari plastik ini memiliki berbagai macam ukuran, mulai dari yang kecil hingga ukuran belasan meter.
Bagi sebagian masyarakat Ponorogo, menerbangkan balon udara sudah menjadi tradisi untuk merayakan lebaran. Padahal kegiatan tersebut sudah dilarang oleh sejumlah pihak karena menimbulkan bahaya. Aparat keamanan terus gencar melakukan razia dan bahkan sebagian warga telah ditangkap, namun tidak membuat jera masyarakat yang lain.
Melihat balon udara tanpa awak itu membuat warga lain was-was. Sebab, jika terjadi kesalahan balon itu akan tertiup angin dan jatuh ke rumah warga. Hal ini bisa menimbulkan kebakaran dan ledakan dari petasan dengan ukuran besar bisa menyebabkan atap rumah hancur.
"Lebih banyak bahayanya dari kesenangannya. Mbok ya kalau sudah dilarang itu jangan dilakukan," ungkap salah satu warga Budi Waluyo.
(ADI)