Mencari Sensasi Baru Durian Bido,  Si Daging Tebal Asal Wonosalam 

Berbagai varian durian adu lezat di Kontes Durian Wonosalam 2020. (foto/metrotv) Berbagai varian durian adu lezat di Kontes Durian Wonosalam 2020. (foto/metrotv)
JOMBANG: Siapa yang tak kenal durian Wonosalam, Jombang.  Rasa dan teksturnya  yang khas membuat durian lokal ini banyak diburu orang. Untuk  mencari sensasi rasa baru, kontes durian Wonosalam kembali digelar, Minggu 1 Maret 2020.  

Kontes durian ini merupakan rangkaian dari Acara "Kenduren Duren", pekan depan. Total, ada 36 petani durian asli warga Lereng Gunung Anjasmoro, Wonosalam yang ikut berlomba untuk merebut gelar  sebagai "Raja Durian Wonosalam 2020".

Para peserta datang dengan membawa berbagai jenis varian durian. Namun di daerah Wonosalam sendiri  paling jenis durian paling diunggulkan adalah  Bido. Durian ini punya keunikan sendiri dibandingkan durian dari daerah lain. Selain rasa,  juga memiliki bentuk khas.  Bentuk buah ar dengan daging tebal.  
   
Untuk menjadi raja durian Wonosalam tidak mudah. Penilaiannya tidak  hanya soal rasa, namun ada berbagai macam kriteria. Mulai dari ketebalan daging, bentuk buah, aroma, kadar air hingga  bobot daging tanpa biji. Sementara dari rasanya, harus mengandung  rasa manis, gurih dan    hit. 

Salah satu juri, Profesor  Reza Tirtawinata dari Universitas Airlangga (Unair) mengatakan jika tidak menjamin durian yang punya rasa manis akan menang di kontes ini. Sebab, tekstur dan bentuk juga akan menjadi penentu.

"Meski rasanya enak, kalau durian lembek dan kulit buahnya  tidak tebal pasti kalah.  Kita cari yang lengkap selain rasanya yang lezat, juga bentuk dan ukurannya kita nilai juga, " ujarnya. 


(RNU)