Kontes durian ini merupakan rangkaian dari Acara "Kenduren Duren", pekan depan. Total, ada 36 petani durian asli warga Lereng Gunung Anjasmoro, Wonosalam yang ikut berlomba untuk merebut gelar sebagai "Raja Durian Wonosalam 2020".
Para peserta datang dengan membawa berbagai jenis varian durian. Namun di daerah Wonosalam sendiri paling jenis durian paling diunggulkan adalah Bido. Durian ini punya keunikan sendiri dibandingkan durian dari daerah lain. Selain rasa, juga memiliki bentuk khas. Bentuk buah ar dengan daging tebal.
Untuk menjadi raja durian Wonosalam tidak mudah. Penilaiannya tidak hanya soal rasa, namun ada berbagai macam kriteria. Mulai dari ketebalan daging, bentuk buah, aroma, kadar air hingga bobot daging tanpa biji. Sementara dari rasanya, harus mengandung rasa manis, gurih dan hit.
Salah satu juri, Profesor Reza Tirtawinata dari Universitas Airlangga (Unair) mengatakan jika tidak menjamin durian yang punya rasa manis akan menang di kontes ini. Sebab, tekstur dan bentuk juga akan menjadi penentu.
"Meski rasanya enak, kalau durian lembek dan kulit buahnya tidak tebal pasti kalah. Kita cari yang lengkap selain rasanya yang lezat, juga bentuk dan ukurannya kita nilai juga, " ujarnya.
(RNU)