Rindu Manusia, Penghuni Kebun Binatang Bisa Stres

Para pawang lebih sering melakukan interaksi agar hewan tidak mengalami stres. (foto/metrotv) Para pawang lebih sering melakukan interaksi agar hewan tidak mengalami stres. (foto/metrotv)

MALANG:  Bukan hanya manusia, “penduduk” kebun binatang juga bisa stres jika pandemi korona (covid-19) tak segera berakhir.  Penutupan sejumlah lokasi hiburan dan rekreasi yang terlalu lama mengancam  kondisi psikologis hewan. Sebab, para hewan ini sedang merindukan suasana  kerumunan manusia. Lho?  

Seperti manusia, hewan penghuni kebun binatang ternyata juga merindukan interaksi dengan banyak orang. Jika terlalu lama tidak melihat manusia, dipastikan akan mengalami stres dan butuh adaptasi lagi jika kebun binantang dibuka lagi. 

Salah satunya terjadi di Kebun Binatang “Batu Secret Zoo”, Kota Batu, Jawa Timur.  Sejak ditutup  dua bulan terakhir ini, penghuni Batu Secret Zoo terancam mengalami stres. Sebab, para hewan ini sudah terbiasa dengan suasana keramaian manusia.    

Manajer Batu Secret Zoo, Agus Mulyanto mengatakan untuk mencegah terjadinya peningkatan stres dan kendala psikologis pada binatang,   pihak manajemen mengkondisikan tetap ada interaksi langsung antara hewan dengan manusia.   

“Agar tidak terlalu stres, interaksi binatang dengan manusia tetap kita jaga. Salah satunya dengan memberdayakan para pawang untuk lebih lama bersama dengan binatang. Selain itu, pegawai yang masuk juga kita minta untuk berinterkasi dengan para binatang, “ ujarnya

Selain menghindari stres pada hewan, langkah ini juga diperlukan agar nantinya hewan tidak terkejut saat kebung binatang boleh dibuka lagi. D “Kalau sudah boleh dibuka lagi, hewan-hewan tidak kaget lagi dengan kehadiran manusia, “ ucapnya.  

Penutupan Batu Secret Zoo sendiri sudah berlagsung lebih dari satu bulan sejak 20 Maret 2020.  Pemkot Batu melarang sejumlah lokasi rekreasi dan hiburan untuk buka sebagai langkah memutus alur penularan covid-19. 

Dipastikan, penutupan Batu Secret Zoo masih akan lama. Sebab, ilayah Malang Raya, meliputi Kabupaten Malang,  Kota Malang dan Kota Batu sedang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari, sejak Minggu 17 Mei. 


Selain tetap menjaga interaksi antara binatang dengan manusia, lanjut Agus Mulyanto, pola makan dan menu bergizi juga wajib diberikan selama masa pandemi korona layaknya hari normal biasa. Sebab, pola makan  juga menjaga  binatang terhindar dari stres.   

“Pola makan juga kita jaga, jangan sampai ada perubahan.  Langkah ini juga menjadi salah satu cara menghindarkan munculnya stres pada hewan, “ ucapnya. 


(TOM)