"Tapi faktanya kan koperasi belum menjadi kuat. Apalagi sekarang menghadapi persaingan dengan korporasi yang jauh lebih pesat begitu," katanya di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu 27 November 2019.
Teten menyebut, desain ulang koperasi dibutuhkan mendesak. Salah satunya terkait penerapan teknologi agar koperasi bisa lebih cepat dalam pelayanan kepada anggota.
"Digitalisasi koperasi juga sekarang mau tidak mau harus dilakukan," ujarnya.
Di sisi lain, terdapat kendala regulasi yang membuat digitalisasi koperasi saat ini belum memungkinkan untuk dilakukan. Terutama dalam pengambilan keputusan anggota.
"Itu kita sudah bahas di rapat kabinet yang lalu. Kemudahan-kemudahan bagi koperasi untuk masuk ke digitalisasi," ungkapnya.
Teten menambahkan posisi koperasi sebenarnya
di negara-negara maju, justru membuat ekonomi rakyatnya kuat. Sebab, kekuatan tersebut berbasis pada sektor riil.
"Nah di kita justru koperas di sektor riil tidak terlalu kuat," pungkasnya.
(IDM)