MOJOKERTO : Sebuah struktur batu bata kuno ditemukan pengrajin batu bata merah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Struktur bangunan menyerupai umpak tiang rumah tersebut diperkirakan dibangun pada era kejayaan Majapahit pada abad ke 14 dan berfungsi sebagai permukiman para bangsawan.
Struktur batu bata kuno membentuk persegi tersebut ditemukan para pengerajin bata merah di Dusun Grogol, Desa Dukuh Ngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Bangunan ini terpendam sekitar dua hingga tiga meter dari permukaan tanah saat ini.
Struktur bangunan yang berfungsi sebagai umpak penyangga tiang rumah ini mempunyai ukuran 74x74 senti meter. Diperkirakan rumah atau bangunan di atas umpak ini sangat besar pada zamannya.
Lokasi ditemukannya umpak bata merah ini berada sekitar tiga kilo meter sisi selatan dari pusat ibu kota kerajaan Majapahit yang berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Diperkirakan, umpak ini dibangun pada abad ke 14 masehi di era kejayaan majapahit.
Selain umpak bata merah, di sekitar lokasi juga ditemukan pecaan fragmen tembikar, keramik, serta porselin. Benda-benda ini diperkirakan berasal dari dinasti Yuan dan Ming pada abad ke 14 hingga 15 masehi. Saat itu hubungan dagang antara China dengan Majapahit cukup kuat.
Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan temuan ini memperkuat hipotesa bahwa umpak-umpak peyangga tiang tersebut merupakan bekas permukiman bangsawan. Sebab keramik dan porselin hanya dimiliki para bangsawan era majapahit.
"Atas temuan tersebut, pihak balai pelestarian cagar budaya akan berkoordinasi dengan pusat penelitian arkeologi nasional atau puslit arknas di Jakarta. Diharapkan ada ekskavasi terhadap temuan situs yang diperkirakan mempunyai luas 500 meter persegi tersebut," ungkapnya.
(ADI)