Hasil Survei PGRI : Mayoritas Orang Tua Cemas Anaknya Kembali Sekolah

ilustrasi/medcom.id ilustrasi/medcom.id

JAKARTA : Rencana pemerintah untuk kembali mengatifkan sekolah pada ajaran baru membuat para orang tua cemas.Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof Unifah Rosyidi menyebut ada 85,5 persen orang tua cemas yang mengkhawatirkan anaknya tertular covid-19 saat kembali ke sekolah. 

Menurut Unifah, pihaknya sudah melakukan survei terkait dengan harapan orang tua, anak, dan guru terhadap rencana pembukaan sekolah. Sebaliknya sekitar 65 persen anak berharap dapat bersekolah kembali. Menurut Unifah, hal itu dapat dipahami karena anak sudah terlalu lama tinggal di rumah, ada kejenuhan dan rindu suasana sekolah.

"Sedangkan untuk guru,sebanyak 57 persen siap kembali mengajar dan 43 persen memilih mengajar dari rumah," ungkap Unifah.

PGRI juga melakukan serangkaian survei periodik terkait dengan kesiapan guru dengan pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh. Menurutnya ada fakta menarik yakni adanya gerakan belajar yang massif. 

"Pemerintah harus memanfaatkan ini sebagai suatu momentum untuk melakukan pembenahan pendidikan nasional dalam waktu dekat," jelas dia.

Meski demikian, PGRI meminta agar tahun ajaran baru tetap dengan menggunakan metode pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh.

Tahun ajaran baru yang dimulai pada pertengahan Juli 2020, tetapi dilaksanakan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam bentuk daring (online) luring (offline) dan campuran keduanya (blended learning) dengan mempertimbangkan beragam aspek.

PGRI juga meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan dan mendengar pertimbangan para ahli untuk siswa kembali masuk sekolah dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan anak, guru dan warga sekolah lainnya.

"Pemerintah juga perlu berhati-hati dalam penetapan zona, karena ada zona sekolahnya hijau namun zona tempat tinggal guru atau muridnya di zona merah," pungkasnya. 


(ADI)