Seru, Tunarungu Banyuwangi Belajar Meracik Kopi

Para penyandang tunarungu sedang mencoba meracik kopi. (ft/metrotv) Para penyandang tunarungu sedang mencoba meracik kopi. (ft/metrotv)

BANYUWANGI: Memiliki keterbatasan fisik  tidak membuat para penyandang tunarungu di Banyuwangi, Jawa Timur, patah semangat.  Sebaliknya, mereka tampak antusias mengikuti pelatihan meracik kopi yang digelar Aura Lentra Banyuwangi bekerja sama dengan para barista di Kedai Mobile Coffe, Kamis 20 Februari 2020.


Barista profesional, Novian Dharma Putra yang menjadi pembimbing dengan sabar memberikan arahan. Satu- persatu para penyandang tunarungu diberikan kesempatan mencoba langsung cara membuat kopi tubruk tanpa membuat perut kembung. 


Sebelumnya, Novian menujukkan proses pembuatan kopi anti kembung. Diawali mengenal jenis-jenis kopi, menimbang biji kopi sesuai takaran, penghalusan hingga cara menyeduh dengan air bertemperatur 80 derajat celcius. Sesakali diiringi tawa canda dari peserta maupun para pengunjung kedai kopi.

Untuk membuat kopi tidak menimbulkan efek perut kembung dan rasa tetap terjaga, bukan hanya air harus bertemperatur tinggi. Namun juga ada cara menuangnya. Air mendidih tidak langsung dituangkan penuh dalam gelas, tapi hanya sekitar seperempat . Setelah diam beberapa detik, kemudian dituang lagi.

Untuk memperlancar komunikasi dengan para penyandang tunarungu, Novian dibantu penerjemah. Kegiatan ini sudah sering dilakukan Novian dengan para barista lainnya dibantu berbagai kalangan yang peduli dengan penyandang defabel.

"Kita ingin membantu para defebel untuk punya kemampuan menjadi barista atau juga wira usaha di bidang kopi. Kita harapkan ada bantuan juga dari pemerintah atau lainnya agar mereka bisa lebih berkembang, " harap Novan.

Sementara salah satu penyandang tunarungu, Reza Eka mengatakan sangat senang mengikuti pelatihan barista. Selain mendapatkan pengetahuan juga menjadi bekal jika suatu saat nanti ingin membuka wirausaha kedai kopi.  

"Senang bisa ikut, meracik kopi tidak semudah yang dikira. Ada kesulitan tapi tidak banyak. Mungkin nanti saya ingin punya kedai kopi sendiri, tapi nunggu modal kumpul dulu, " ujarnya dengan bahasa isyarat.


(RNU)