MAGETAN. Senyum petani jambu biji merah kini sedang merekah. Maklum, omzet penjualan dari varietes psidium guajava (jambu biji) itu naik tiga kali lipat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Naiknya penjualan jambu merah tak lepas dari datang musim penyakit demam berdarah dan virus korona. Sudah bukan rahasia, jambu biji merah dikenal punya khasiat menyembuhkan penyakit demam berdarah.
Selain menjadi obat demam berdarah, masyarakat ternyata punya keyakinan jika jambu merah juga bisa menangkal virus korona yang sekarang sedang merajalela di Indonesia.
Parlan, salah satu pemilik kebun jambu biji merah di Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Magetan mengaku saat ini ini sedang paneh dan omzet naik hingga tiga kali lipat.
Sebelumnya hanya bisa menjual 5 hingga 10 kilogram jambu biji merah per hari. Namun sekarang bisa mencapai 25 hingga 30 kilogram. Untuk harganya dibandrol Rp 15 ribu/kg
Erika, salah satu pembeli jambu biji merah mengatakan jika saat ini rajin membeli untuk menjaga kondisi tubuh lantaran sedang musim demam berdarah dan korona.
“Jamu merah ini kita jus dan minum untuk satu keluarga. Baik untuk menangkal demam berdarah, katanya juga bisa untuk virus korona, “ ucapnya.
Sebelum menyerbu jambu biji merah, masyarakat sempat memburu empon-empon. Rempah-rempah jawa itu bahkan harga mulai naik di pasar tradisional.
Jambu biji merah sendiri mengandung berbagai mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Beberapa yang kandungannya cukup tinggi adalah vitamin A, vitamin C, asam folat, vitamin B6, vitamin B3, kalium, mangan. magnesium, dan tembaga.
Kandungan vitamin C dalam buah jambu merah bahkan lebih tinggi daripada jeruk. Jambu biji merah juga merupakan buah yang tinggi serat
(TOM)