Radio Lokal Jadi Hiburan Alternatif Kampung Lukis Saat Lockdown

Cak Sukir, penyiar radio komunitas yang menghibur warga kampung lukis di tengah pandemi covid-19 (foto/MetroTV) Cak Sukir, penyiar radio komunitas yang menghibur warga kampung lukis di tengah pandemi covid-19 (foto/MetroTV)

BANYUWANGI : Warga kampung lukis di Banyuwangi ini memiliki cara agar tetap terhibur saat berada di rumah. Mereka mendengarkan radio komunitas sebagai hiburan alternatif di tengah pandemi covid-19.   

Kampung lukis atau kampung mural wisata internasional ini telah melakukan lockdown sejak awal saat pandemi mulai menyebar. Mereka telah melarang kunjungan wisata baik domestik dan mancanegara.

Nah, agar warga bisa tak bosan berdiam diri di rumah, karang taruna setempat siaran radio dengan memanfaatkan sebuah ruangan di sekertariat wisata.

Dibalik radio yang mengudara itu, ada sosok Sukir. Anggota karang taruna sekaligus penyiar radio ini sukes menghibur warga kampung lukis. Dengan logatnya yang lucu dan menggunakan bahasa lokal osing,ia memberikan hiburan tersendiri untuk warga kampung. 

"Selain hiburan lagu, saya juga sampaikan informasi terkini tentang covid-19, saya juga memberikan imbuan kepada masyarakat agar tak bosan menjaga hidup sehat dan tetap di rumah," ungkapnya.  

Dia mengatakan sebelum muncul wabah, radio komunikasi ini dipakai untuk informasi kepada masyarakat terkait kebersihan pariwisata dan budaya. 

"Namun karena sekarang kondisinya pandemi, kami alih fungsikan sebagai radio komunikasi," terangnya. 

Sementara itu, menurut salah satu warga Umi menyambut baik adanya radio komunitas ini. Sebab dengan berdiam diri di rumah, kebaradaan ini sangat membantu dan menghibur. 

"Apalagi saat didengar di dapur, kadang suka senyum-senyum sendiri," ungkap ibu rumah tangga itu. 


(ADI)