Ajak Pengunjung Panen Madu Hingga Uji Keberanian Berfoto dengan Ribuan Lebah

Waluyo menunjukkan kepada pengunjung cara memanen madu di  wisata edukasi petik madumultifora, Waluyo menunjukkan kepada pengunjung cara memanen madu di wisata edukasi petik madumultifora,

TUBAN : Kawasan hutan jati di wilayah Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, selalu ramai saat libur akhir pekan. Puluhan orang datang silih berganti untuk mencoba wisata edukasi petik madumultifora, dari lebah hutan pemburu bunga rumput.Menariknya, selain tak ada tiket masuk, pengunjung yang datang bisa diajak untuk ikut memanen dan mencicipi langsung madunya secara gratis.  

Lokasi wisata baru ini, berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Tuban. Disini, pengunjung bisa melihat langsung peternakan lebah, yang digembala dalam hutan. Pada kesempatan ini pengunjung juga boleh mengikuti proses penen madu, serta panen royal jely. Lalu bagi pengunjung yang berani, bisa berswa foto bersama kawanan lebah.
 
Pengunjung wisata edukasi ini, tidak hanya orang dewasa melainkan juga anak-anak. Mereka mengaku senang, bisa melihat dan diedukasi langsung oleh pemilik wisata petik madu ini. Mulai dari melihat proses produksi, panen madu hingga mencicipi madu hasil panen.
 
Menurut salah satu petani sekaligus pengelola wisata madu Waluyo mengatakan,wisata edukasi petik madu ini dibuka setiap libur akhir pekan, khususnya di musim penghujan. Sebab di musim ini,kualitas madu yang dihasilkan koloni lebah cukup baik.
 
"Karena konsepnya edu wisata, jadi pengungjung bisa bertanya apa saja seputar lebah. Biasanya yang paling antusias adalah anak-anak," ungkapnya. 

Bagi pengunjung yang ingin membawa buah tangan, pengelola menyediakan madu kemasan. Harganya cukup terjangkau, perbotol besar dijual dengan harga Rp 150 ribu, sedangkan botol kecil dijual Rp 50 ribu. Sementara sarang lebah dipatok dengan harga Rp 150 ribu. 


(ADI)