Berusia 130 Tahun, Masjid Panggung Jombang Simpan Sejarah Penyebaran Tarekat

Musala Panggung Jombang yang sudah berusia ratusan tahun. (foto.metrotv) Musala Panggung Jombang yang sudah berusia ratusan tahun. (foto.metrotv)

JOMBANG. Diperkirakan berusia 130 tahun, langgar atau musala panggung  masih berdiri kokoh di Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur .

Meski tidak berukaran besar, masyarakat setempat lebih sering menyebutnya dengan Masjid Panggung. Diperkirakan masjid ini dibangun pada 1890 dan menjadi saksi sejarah penyebaran agama Islam di daerah setempat sekaligus pusat ajaran tarekat Naqsyabandiyah.

Disebut Masjid Panggung karena bangunannya terdiri dari dua lantai. Pada bangunan lantai dasar terbuat dari tembok tebal, sementara di lantai dua masih dari bahan kayu. Lokasinya, persis di tep sungai brantas yang membelah kawasan Jombang.

Bangunan lantai bawah berfungsi sebagai ruang peribadatan, seperti salat dan lainnya.  Sementara lantai dua digunakan untuk aktivitas tarekat yang lebih khusus.

Musola ini memiliki empat pintu, serta satu jendela nampak dibuat sangat sederhana.  Bagian lantai dari bahan keramik tua dan seluruh ruangan hanya memiliki lebar empat meter dengan panjang tujuh meter.

Seiring berkurangnya pengikut, sejak 1970 Masjid Panggung  mulai ditanggalkan. Kegiatan keagamaan baru mulai hidup lagi saat Ramadan seperti saat ini

"Hampir seluruh bagiannya masih asli seperti awal berdiri, belum ada yang dipugar, " ujar  Ainur Rofiq, juru kunci Musola Panggung.

Dijelaskan Rofig, Musola Panggung menjadi satu-satunya tempat peribadatan yang pernah difungsikan sebagai media pendidikan dan penyebaran agama islam pada pendudukan kolonial Belanda.

"Pada masanya, masjid ini dipakai para penganut tarekat Naqsabandiyah melakukan segala aktivitas, " ucapnya.  

 

 


(TOM)