Digaris Polisi, Runtuhnya Patung Dewa Kong Cho Diduga Faktor Cuaca

Patung dewa Kong Cho Kwan Sing Tee Koen  menyisakan puing-puing paska runtuh  (Foto: Metro TV) Patung dewa Kong Cho Kwan Sing Tee Koen menyisakan puing-puing paska runtuh (Foto: Metro TV)

TUBAN : Polisi telah melakukan olah TKP di lokasi runtuhnya patung Kong Cho Kwan Sing Tee Koen, di komplek Klenteng Kwan Sing Bio, Tuban. Berdasarkan dari hasil pemriksaan sementara, runtuhnya patung senilai Rp 2,5 miliar itu disebabkan cuaca.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono menyatakan setelah berkoordinasi dengan pengurus klenteng, pihaknya lantas diizinkan masuk untuk dilakukan penyelidikan terkait penyebab runtuhnya patung tertinggi se-Asia Tenggara itu. 

" Dugaan sementara, patung ini runtuh akibat curah hujan disertai angin kencang beberapa hari ini. Sehingga kontruksi patung tidak mampu menahannya," ungkapnya. 

Selain itu, pihak kepolisian sudah memasang garis polisi dilokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan dan keselamatan.

"Kami pastikan tak ada korban dalam peristiwa ini," tandasnya.  

Sementara itu, pemilik Klenteng Kwan Sing Bio Alim subiantoro mengatakan pihaknya akan membersihkan puing-puing runtuhan patung setelah nanti garis polisi sudah di lepas. Ssehingga patung yang baru secepatnya akan segera dibangun. 

"Untuk itu kami tidak dapat memberikan izin masuk kepada siapapun selain petugas," terangnya. 

Untuk diketahui, patung setinggi 30,4 meter itu runtuh pada Kamis 16 April 2020. Patung yang baru diresmikan tiga tahun lalu itu tinggal puing-puing.


(TOM)