Jombang; Metro TV memberikan kuliah umum soal pentingnya sebuah kebenaran informasi dalam dunia jurnalistik pada santri dan mahasiwa di kampus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ditengah banjirnya informasi di media sosial, peran penting media mainstream menjadi vital untuk tetap bisa mengedukasi seluruh masyarakat.
“Salah satu keunggulan dari media mainstream adalah akurasi dan juga pertanggungjawabannya. Itu merupakan salah satu poin yang bisa dijadikan sebagai rujukan bagi mereka yang membutuhkan informasi,” kata Pimpinan Redaksi Metro TV Arif Suditomo, saat menyampaikan kuliah umum di depan mahasiswa dan santri, di Aula Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Sabtu 29 Februari 2020.
Arif mengatakan, banjirnya informasi di media sosial memang terbentuk oleh perkembangan teknologi pada saat ini. Namun begitu, kebenaran di media sosial menjadi barang langka dan justru berujung pada kepalsuan informasi atau hoax.
Arif berharap, mahasiswa dan para santri sebagai generasi kedepan, bisa memanfaat lanskap tersebut dengan cara bijak dan bermanfaat agar manfaat media sosial juga bisa dirasakan. “Banyak perspektif yang sebenarnya bisa mereka dapati. Asal bisa memanfaatkannya dengan baik, terutama bagi mereka yang ingin berkarir di dalam industri ini," imbuhnya.
Kuliah umum ini mengambil tema “Eksistensi Media Mainstream Dalam Dinamika Media Sosial”. Kuliah umum dihadiri para Rektor Unipdu Prof Ahmad Zahro, Wakil Rektor Unipdu Zahrul Azhar, hingga para santri yang berada di Pondok Pesantren Darul Ulum.
Turut hadir, Pemimpin Redaksi medcom.id Budiyanto, Meniek Andini Sales & Marketing Director Metro TV, Erwin Setiawan Production and Development General Manager Metro TV, dan Ade Alawi Head of News Research Center Media Group.
Wakil Rektor Unipdu, Zahrul Azhar As'ad (Gus Hans) mengatakan, Media sekelas Metro TV mempunyai peran vital dalam mengedukasi seluruh masyarakat. Mahasiswa dan santri perlu diberi pemahaman betapa orang-orang media punya pekerjaan yang berat untuk bisa mempertahankan informasi yang baik terhadap masyarakat.
“Saya berharap pertemuan ini bisa membuka wawasan para santri dan mahasiswa yang ada di unipdu tentang pentingnya kita mendapatkan informasi yang benar. Kecepatan tidaklah menjadi utama tapi yang paling utama kebenaran, ada value tentang nilai-nilai kebaikan yang yang disebarkan. Betapa kuatnya orang media ini berusaha untuk menjaga (kebenaran),” katanya.
Sesi kuliah umum kemudian ditutup dengan diskusi. Menurut para mahasiswa, banyak wawasan yang bisa diambil dari materi yang disampaikan tentang betapa pentingnya media mainstream sebagai rujukan kebenaran sebuah informasi. (Amir Zakky)
(RNU)