Jatim Buka 56 Posko Pendaftaran Kartu Prakerja, Dapat Rp 3,5 Juta Lho!

ilustrasi/pemprovjatim ilustrasi/pemprovjatim

SURABAYA. Masih pengangguran atau kena PHK gara-gara virus korona? Jangan resah, segara daftar program Kartu Prakerja. Lumayan, dapat program pendidikan dan uang sebesar Rp 3,5 juta. Caranya?     

Tak perlu bingung. Bagi warga Jawa Timur, sudah ada  posko layanan pendampingan pendaftaran program Kartu Prakerja. Posko ini ada 56 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Jatim.

“Mulai hari ini kami buka tempat layanan pendampingan bagi mereka yang ingin mengakses program Kartu Prakerja. Petugas dari kami akan membantu melakukan pendaftarannya,”  ujar  Gubernut Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin 13 April 2020.

Posko layanan pendampingan tersebut tersebar di beberapa lokasi. Seperti Kantor Disnakertrans Jatim, LTSA-UPT P2TK di jalan Bendul Merisi Surabaya, kantor Disnaker seluruh kabupaten/kota, dan 16 titik UPT Balai Latihan Kerja di Jawa Timur.

“Layanan ini buka mulai hari ini sesuai jam kerja. Syaratnya juga sangat mudah. Cukup membawa KTP, sudah berusia 18 tahun, dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal,” tandas  Khofifah.

Selain memberikan bantuan pendampingan untuk mendaftar program Kartu Prakerja, Pemprov Jatim juga terus melakukan pendataan terhadap pegawai yang terdampak wabah covid-19. Menurut catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, hingga tanggal 11 April 2020, tercatat sebanyak 20.036 orang dirumahkan dan 3.315 terkena PHK.

Selain itu juga ada 4.302 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ikut terdampak covid-19 baik yang putus kontrak, bermasalah, maupun yang gagal berangkat. Setelah didata, nantinya mereka akan diusulkan Kementerian Tenaga Kerja agar mendapat program Kartu Prakerja.

Sementara Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menambahkan bahwa program Kartu Prakerja ini tidak otomatis didapatkan oleh mereka para pekerja yang terdampak covid-19. Hal ini disebabkan karena adanya sistem seleksi yang juga akan diterapkan.

“Jadi memang ada proses seleksinya, atau tidak otomatis. Di sisi lain, bagi mereka yang sudah mendapatkan program jaring pengaman sosial tapi ternyata di tengah jalan dia juga dapat kartu prakerja, maka kami akan review kembali untuk program jaring pengaman sosialnya,” pungkas Emil.

Insentif Rp 3,5 Juta

Sebelumnnya, pemerintah secara resmi telah meluncurkan program Kartu Prakerja pada 11 April 2020 lalu. Setiap orang yang diterima dalam program pendidikan ini, akan mendapatkan dana dari pemerintah sebesar Rp 3,55 juta.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dana itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk biaya pelatihan hingga membeli sembako.

Rinciannya, biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta untuk membeli program yang diinginkan melalui platform digital yang sudah bekerja sama dengan pemerintah.

Kemudian, insentif sebesar Rp 2,4 juta yang akan dibayar secara angsur. Artinya setiap bulan peserta kartu pra kerja akan mendapatkan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan.


Peserta juga akan mendapatkan insentif tambahan Rp 150 ribu setelah menyelesaikan pelatihan dan mengisi survei evaluasi selama tiga kali survei.

 


(TOM)