"Warga pesisir harus tetap waspada terhadap potensi bencana. Air laut biasanya naik karena diiringi intensitas hujan tinggi dan berpotensi meluap ke daratan," kata dia di Surabaya, Selasa, 26 November 2019.
Wilayah pesisir di Jatim yang berpotensi banjir rob di antaranya, Kabupaten Malang, Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Blitar, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo dan Situbondo.
Menurut Suban beberapa faktor penyebab banjir rob yakni kerusakan hutan bakau dan pendangkalan sungai. Ketika air laut pasang, genangan air tidak dapat surut dan meluap ke permukaan.
"Sementara untuk melakukan pengerukan sungai, kami juga terkendala karena kewenangannya ada di pemerintah pusat. Sungai yang biasa meluap seperti Sungai Brantas, Bengawan Solo, dan Kali Lamong," katanya.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), imbuh dia, curah hujan akan menguyur seluruh daerah di Jatim mulai Desember, dan puncaknya pada Januari 2020.
(IDM)