TULUNGAGUNG: Menjalani karantina selama 14 hari atau bisa lebih, bukan waktu singkat pagi pasien covid-19 maupun keluarganya. Menahan rindu bisa jadi menambah penderitaan mereka kian berat.
Kini, rindu itu kini bisa terobati. Khususnya bagi para penghuni Karantina Rusunawa IAIN Tulungagung. Sebab, di rusunawa ini sekarang sudah ada bilik untuk melepas rindu, namanya Shelter Tombo Kangen.
Bilik ini dibuat sederhana. Berbahan dari kayu, plastik transparan dan akrilik setebal 1,5 milimeter. Relawan Bantuan Psikososial Tagana Tulungagung berinisiatif membuat bilik berukuran 4x2 meter itu atas biaya sendiri dan dari para donatur sebesar Rp 2 juta.
Ditempatkan di jalan masuk menuju bangunan rusunawa, bilik ini sudah mendapat persetujuan dari tim medis. Artinya, dipastikan aman dari penularan virus korona asalkan tetap mengikuti prosedur yang sudah terpampang pada dinding bilik.
Koordinator Relawan Bantuan Psikososial Tagana Tulungagung, Imam Syafi'i mengatakan ide dibangunnya Shelter Tombo Kangen ini sebernarnya berawal dari niat menipis berita hoax yang sering menyebut pasien korona di karantina Rusunawa IAIN Tulungagung mengalami sakit parah hingga meninggal dunia.
"Dari situ kami berpikir cari cara bagaimana bisa menyakinkan jika yang sedang menjalani karantina kondisinya tidak seburuk yang diberitakan. Selain itu kita juga prihatin banyak yang mengeluh ingin ketemu keluarga. Akhirnya kami membuat Shelter Tombo Kangen ini, " ujarnya.
Keberadaan bilik Tombo Kangen ini di sambut antusias para pasien maupun keluarganya. Sebab, mereka bisa saling bertemu untuk mengobati rasa rindu meskipun hanya dibatasi tiga pengunjung dan tak bisa lebih dari 10 menit.
Untuk bertatap muka dengan pasien dibuat sekat dari bahan akrilik. Di shelter Tombo Kangen ini, mereka dapat berswafoto sebagai oleh-oleh keluarga di rumah yang tidak bisa ikut berkunjung.
Sementara Wakil Direktur Pelayanan RSUD Dr Iskak Tulungagung, Kasil Rahmat mengatakan Shelter Tombo Kangen ini dijamin aman dari resiko penularan virus korona.
"Asalkan antara pasien dan pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19, bilik ini aman. Pertemuan dengan keluarga juga dapat memberikan semangat serta menambah imunitas terhadap pasien korona," ujarnya.
Salah seorang keluarga pasien, Zainur Rofik mengatakan sangat gembira dengan keberadaan shelter Tombo Kangen. Sebab, membantu untuk bertemu orang tuanya yang tengah sedang karantina.
“Sudah satu bulan saya tidak ketemu orang tua. Senang bisa ketemu lagi meski tidak memeluk. Melihat dari dekat meskipun dengan sekat sudah sangat senang sekali, " ujarnya.
Shelter Tombo kangen ini merupakan inovasi pertama yang bisa mempertemukan antara pasien dengan keluarga, tanpa harus bersentuhan fisik. Untuk dapat mengunjungi pasien, waktu dibatasi hanya 5 hingga 10 menit dan kunjungan mulai pukul 08.00 hingga 21. 00 WIB
(TOM)