MAGETAN : Dua pabrik gula di Kabupaten Magetan, Jawa Timur yakni pabrik gula Poerwodadi dan Rejosari sudah mulai menggiling tebu di tengah pandemi covid-19. Meski dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, ditargetkan produksi gula mencapai 470 ribu ton.
General Manager Pabrik Gula Poerwodadi dan Rejosari Magetan, Rahardi Koentjoro mengatakan proses penggilingan akan diperkirakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan atau seratus haru kerja. Pihaknya menargetkan dari dua paberik itu bisa dihasilkan gula sebanyak 470 ribu ton dengan harga jual harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 12 ribu perkilogramnya.
"Masing-masing Rejosari 243 ribu ton, dan Poerwodadi ditargetan memproduksi gula sebanyak 226 ribu ton," ungkap Rahardi, Rabu 24 Juni 2020.
Dia mengatakan, di tengah pandemi covid-19 pabrik gula Poerwodadi dan Rejosari menerapkan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan gugus tugas penangan covid-19 setempat. Bahkan 2 ribu pegawai tebang tebu telah melakukan rapid test secara gratis yang dilakukan pemerintah setempat.
"Memang pegawai di dua pabrik ini cukup banyak, mencapai 7 ribu orang. Sehingga kami atur agar protokolnya tetap jalan," terangnya.
Diharapkan, dengan dimulai produksi gula di berbagai daerah mampu memenuhi kebutuhan pasar dan membuat harga gula di pasaran menjadi stabil.
(ADI)