Emak di Tuban Marah-Marah di Kantor Polisi, Kenapa?

Parinah memarahi anaknya yang sedang sibuk mengganti onderdil standar motornya yang terjaring razia di Tuban (Foto / Metro TV) Parinah memarahi anaknya yang sedang sibuk mengganti onderdil standar motornya yang terjaring razia di Tuban (Foto / Metro TV)

TUBAN : Seorang ibu di Tuban marah dan meluapkan emosinya di kantor polisi, Rabu 16 Juni 2021. Tapi bukan marah kepada polisinya, melainkan anaknya. Pasalnya, sang anak membandel ikut balap liar hingga terlibat tawuran. Dia kesal lantaran nasihatnya untuk tidak ikut balap liar tidak digubris sang anak, hingga akhirnya terjaring razia polisi.

Tiba di kantor polisi, ibu bernama Parinah (45) langsung mendatangi anaknya, Dani Saputro dan menumpahkan amarahnya.Di hadapan petugas, Parinah yang telanjur emosi terus mengomel dan meminta anaknya berhenti ikut-ikutan balap liar. Bahkan, perempuan berjilbab ini mengancam akan menghukum sang anak jika tidak menuruti nasihatnya.

Dani Saputro terjaring razia balap liar di Jalan Soekarno-Hatta bersama 28 pemuda lain, Senin malam 14 Juni 2021. Pada razia itu petugas juga mengamankan 29 sepeda motor karena tidak sesuai standar. Untuk mengambil barang bukti, para pelaku balap liar diwajibkan mengembalikan kelengkapan kendaraan atau onderdil motor sesuai standartnya.

"Saya marah karena dibohongi. Pamitnya kerja, tapi gak pulang. Biasanya jam 12 sudah pulang, tapi kemarin gak pulang sampai pagi. Katanya bakar ayam di rumah teman, jadi saya ya tenang. Ternyata kok ditangkap polisi," katanya.

BACA JUGA : Korban Laka Maut Jalan Tembus Sarangan Bertambah 3 Orang

Parinah mengaku sudah sering memarahi anaknya untuk tidak ikut balap liar. Sebab, risikonya besar. Namun, anaknya tetap membandel. Petugas kepolisian sengaja menghadirkan orang tua masing-masing pelaku balap liar. Selain diberi pembinaan bersama, diharapkan orang tua dapat turut serta mengawasi pergaulan serta aktivitas sang anak di luar rumah.

"Ini hasil tangkapan dari razia balap liar kemarin. Memang kami sengaja mendatangkan orang tuanya, biar orang tuanya mengetahui anaknya yang melakukan balap liar," kata Kanit Turjawali Polres Tuban, Iptu Jamhari.

Sementara itu, hingga Rabu pagi, baru enam pelaku balap liar yang mengajukan pengambilan kendaraan. Pantauan di lapangan mereka sibuk mengganti onderdil yang tidak standart agar motornya bisa kembali dibawa pulang.

 


(ADI)