Perajin Terompet Tahun Buru Banjir Pesanan

Perajin terompet di Jombang/metrotv Perajin terompet di Jombang/metrotv

JOMBANG: Perajin terompet tradisional di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai kebanjiran orederan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Ramainya pesanan ini berbeda dengan tahun baru 2022 lalu akibat pandemi covid-19.

Salah satu perajin terompet, Supardi, warga asal Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Jombang, mengaku pesanan mulai ramai. Pesanan datang dari sejumlah daerah di Jawa Timur hingga Bali.

"Tahun ini mulai ramai lagi, tidak seperti dua tahun lalu, sepi karena covid-19, " ujar Supriadi.

Terompet yang dibikin rata-rata cukup unik dengan memakai hiasan warna dan karikatur. Untuk membuat satu terompet, Supardi hanya ditemani 3 anaknya.

"Sehari bisa memproduksi sampai 200 buah terompet, " ujarnya.

Supardi mengaku bisnis membuat terompet berawal dari coba-coba. Pengalaman itu, kini membuat Supardi dan keluarga kebanjiran rejeki. Untuk satu terompet buatannya, Supardi menjualnya dengan harga Rp 7 ribu hingga Rp 15 ribu.
Sementara omzetnya kini terus naik sekitar 70 persen dari tahun sebelumnya atau setara Rp 25 juta per bulannya.

 


(TOM)