Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membagikan bantuan langsung tunai (BLT) dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meminta warga memanfaatkan bantuan itu untuk kebutuhan produktif.
"Kalau untuk beli kebutuhan pokok sehari-hari boleh, digunakan untuk modal jualan juga boleh, akan tetapi kalau untuk beli handphone ya jangan dulu," kata Armuji, dikutip dari Antara, Jumat, 2 Desember 2022.
Diketahui penyaluran BLT BBM tahap kedua di Surabaya mulai berjalan mulai 21 November 2022. Jumlah penerima mencapai 111.270 orang.
BLT BBM diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sebesar Rp300 ribu untuk November dan Desember 2022. Pada waktu bersamaan, bantuan pangan nontunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH) juga disalurkan.
Untuk mempercepat pelaksanaan, penyaluran bantuan dilakukan di 42 kantor pos cabang Surabaya.
Armuji mengatakan jajaran Pemerintah Kota Surabaya tengah berupaya untuk menyempurnakan data warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MPR). Hal itu dilakukan supaya bantuan bisa tepat sasaran.
"Selain menerima bantuan, saya mengajak agar semua memiliki keinginan untuk berusaha. Menjadi warga yang produktif dan tangguh sehingga tidak bergantung pada bantuan-bantuan saja," ucap Armuji.
Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Penyaluran BLT BBM Sudah Capai 95,9 Persen
(UWA)