PASURUAN: Pemerintah Kabupaten Pasuruan punya cara unik dalam memperingati Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2020. Salah satunya, menggelar lomba panahan.
Lomba ini tidak diikuti atlet panahan profesional, namun pesertanya adalah ratusan santri dari puluhan pondok pesantren yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengatakan kegiatan lomba panahan ini akan dilakukan rutin setiap tahun. Selain memperingati Hari Santri juga untuk mencari bibit atlit panahan berprestasi dari kalangan santri.
“Kegiatan lomba panahan yang digelar oleh Pemkab Pasuruan bertujuan untuk mencari bibit atlet panahan berprestasi dari kalangan santri pondok pesantren, “ ujarnya disela-sela menyaksikan jalannya perlombaan di Lapangan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini di Desa Areng-areng, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Kejuaraan panahan antar santri ini diikuti 160 santri dari 39 pondok pesantren. Dihadiri juga oleh sekitar 20 pimpinan pondok pesantren asal Kabupaten Pasuruan, ulama serta jajaran forkopimda Kabupaten Pasuruan.
Meski diikuti santri, sistem perlombaan tetap menggunakan standart nasional dengan melibatkan Pengcab Persatuan Panahan Indonsia (Perpani) Kabupaten Pasuruan. Namun busur panah terbuat dari pipa paralon.
(TOM)