TUBAN : Naga terbang, Gatotkaca, hingga celana dalam beradu pesona di langit biru Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Layang-layang unik tersebut datang dari berbagai penjuru tanah air untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75. Ajang nasional itu menjadi hiburan bagi warga yang telah bosan tanpa kegiatan selama pandemi covid-19.
Suasana berbeda terlihat di lapangan Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban. Ribuan warga tumpah ruah melihat festival layang-layang tingkat nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah desa setempat.
Ratusan layang-layang berbentuk unik terlihat menghiasi langit. Mulai naga terbang, kuntilanak, Gatotkaca hingga celana dalam wanita. Seluruh layang-layang ini berusaha menebar pesona juri serta pengunjung festival layang-layang 2020.
Tak hanya diikuti penghobi layang-layang lokal, peserta juga datang dari berbagai penjuru tanah air. Seperti Bali, Cilacap, Jawa Tengah, Blitar serta Bojonegoro.
"Festival layang-layang ini digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-75 sekaligus jadi ajang hiburan bagi warga di tengah pandemi covid-19," kata Kepala Desa Beji, Zainul Arifin.
Selain beradu pesona untuk mencari pemenang, kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi penghobi layang-layang. Penilaian dalam festival ini dititik beratkan pada artistik atau keindahan layang-layang dan kestabilannya, mulai saat proses diterbangkan, selama terbang hingga diturunkan.
(ADI)