Sejak 28 April, Asrama Haji Surabaya Karantina 5.985 Pekerja Migran

Suasana Asrama Haji Embarkasi Surabaya yang mengkarantina Pekerja Migran Indonesia, Minggu 9 Mei 2021 (Foto / Reno Reksa / Metro TV) Suasana Asrama Haji Embarkasi Surabaya yang mengkarantina Pekerja Migran Indonesia, Minggu 9 Mei 2021 (Foto / Reno Reksa / Metro TV)

SURABAYA : Asrama Haji Embarkasi Surabaya menjadi lokasi karantina bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang dari berbagai negara. Sejak tanggal 28 April pihaknya sudah menerima kedatangan 5.985 PMI.  

"Di sini kita ada 11 gedung dan bisa menampung 1.200 orang dengan penerapan protokol kesehatan," ungkap Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Sugianto, Minggu 9 Mei 2021.

Sugianto menambahkan kapasitas kamar yang dimiliki pun cukup untuk menampung para PMI. Sementara dalam rangka penerapan protokol kesehatan, jumlah orang di setiap kamar pun dibatasi.

Untuk kamar dengan kapasitas normal 4 orang akan diisi maksimal 3 orang. Sedangkan untuk kamar berkapasitas 5 orang, akan diisi maksimal 4 orang. Sedangkan antar tempat tidurnya pun juga diberikan jarak.

"Kami sudah komunikasikan hal tersebut (soal kamar) dengan KKP dan Dinkes. Sudah dapat izin semuanya," imbuh Sugianto.

Protokol kesehatan lainnya yang dilakukan di Asrama Haji selama masa karantina para PMI adalah penyemprotan barang bawaan PMI menggunakan disinfektan, mewajibkan seluruh PMI untuk menggunakan masker, serta menjalani swab PCR.

Sedangkan untuk kebutuhan makanan para PMI yang menjalani karantina dijamin akan tetap terpenuhi, baik mereka yang menjalani puasa ataupun tidak.


(ADI)