SURABAYA : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga Jatim untuk tetap di rumah selama libur Imlek. Imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.
"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, angka kasus covid-19 selalu naik signifikan begitu libur panjang usai. Penyebabnya, karena masyarakat banyak yang berlibur dan pergi ke luar kota," kata Khofifah, Jumat 12 Februari 2021.
Meski meminta warga Jatim agar tetap berada di rumah atau bepergian, dia tidak melarang perayaan Imlek. Dia meminta, bagi warga yang melakukan peribadatan, agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Misal waktunya tidak terlalu lama, kemudian yang hadir juga maksimal 50 persen dari kapasitas tempat ibadah," terangnya.
Sebelumnya, Pemprov Jatim melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berlibur atau bepergian ke luar kota selama periode libur Imlek, yakni sejak 11 Februari hingga 14 Februari 2021. Kebijakan ini untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran covid-19 yang berpotensi meningkat selama masa liburan tersebut.
"Untuk memastikan penegakan aturan ini, kami sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Jatim dengan menempatkan petugas di perbatasan. Kalau terpaksa harus ke luar kota, ASN wajib mengajukan izin secara tertulis,” tandas orang nomor satu di Jatim ini.
(ADI)