Kebanyakan frame atau rangka sepeda yang banyak di jumpai terbuat dari besi, alumunium, karbon fiber dan paling mahal dari titanium. Demikian harganya juga beragam, dari yang ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta.
Tapi, berapapun harga sepeda yang beredar di pasaran, dari material apapun yang diproduksi oleh pabrik, bagi Sujarwo itu biasa saja.
Bagi pria Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, sepeda yang menarik adalah sepeda yang lahir dari kreatifitas, bukan hasil industri. Berbekal kreatifitasnya, Sujarwo merancang sepeda sendiri yang terbuat dari bambu.
“Sepeda dari bambu ini saya beri nama Bamboobike Svargalhoka, meski dari bambu saya sudah membuat tipe sepeda gunung (MTB), Fixie dan Road Bike atau sepeda balap,” kata Sujarwo.
Sujarwo berhasil merangkai sepeda balap dan gunung dengan memanfaatkan bambu lanang atau bongkotan bekas yang sudah tidak terpakai. Karena keunikannya itu, karyanya mulai dilirik dan dibanjiri pemesan, terutama para pecinta sepeda unik.
“Kalau dilihat dari jauh memang terlihat seperti sepeda pada umumnya. Namun, saat dilihat dari dekat frame atau kerangka sepeda balap dan MTB terbuat dari bambu,” ungkap pria tamatan sekolah menengah atas tersebut.
Sujarwo menyebut cara membuat sepeda bambu tergolong gampang tapi juga rumit. Pertama bongkotan atau bambu bekas dipotong, kemudian dirakit secara manual hingga menjadi sepeda.
“Sebelum dirakit bahan baku dijemur terlebih dahulu,” terang Sujarwo.
Menurutnya, proses yang paling rumit, adalah memasang kabel rem. Pasalnya, kabel rem harus dimasukan ke dalam kerangka bambu. Untuk itu tak heran, jika satu sepeda pengerjaan bisa sampai 10 hari.
Ide awal sepeda bambu tersebut berawal saat Sujarwo yang melihat pohon bambu bongkotan yang banyak ditemui disekitar desanya. Sebab, masyarakat kebanyakan mengambil bambu bagian atasnya.
Selanjutnya, secara otodidak, Sujarwo yang juga hobi bersepeda tersebut, berhasil menciptakan sepeda bambu dari melihat YouTube.
“Sepeda bambu tersebut dijamin kuat dan tahan lama, pasalnya rangkanya terbuat dari bongkotan lanang dan tua,” terangnya.
Untuk memiliki sepeda sepeda bambu, Sujarwo mematok harga mulai Rp3 Juta hingga Rp10 Juta. Meski terbuat dari bambu bekas bongkotan, saat digowes atau dikendarai rasanya nyaman tidak kalah dengan sepeda pada umumnya.
(ADI)