Harimau Muncul di Hutan Tulungagung, BKSDA Pasang Kamera Pengintai

Petugas BKSDA Blitar memasang kamera pengintai untuk mengetahaui adanya jejak harimau (Foto / Metro TV) Petugas BKSDA Blitar memasang kamera pengintai untuk mengetahaui adanya jejak harimau (Foto / Metro TV)
TULUNGAGUNG : Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resort konservasi wilayah 02 Blitar memasang kamera pengintai. Hal itu dilakukan setelah adanya informasi warga yang melihat harimau hutan Tulungagung. Dari ciri yang diceritakan warga, diduga merupakan harimau jawa bahkan juga ditemukan bekas jejak kaki harimau.

Kamera pengantai itu dipasang di 3 titik. Yakni, di kawasan hutan perhutani Karangrejo, di Desa Nyawangan dan Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Tulungagung. Pemasangan kamera pengintai tersebut untuk mencari bukti ilmiah atas keberadaan harimau.

Kamera-kamera tersebut  dipasang di satu area berbeda lokasi. Masing-masing diikatkan di batang pohon, pada lokasi yang diduga pernah dilewati oleh harimau. Beberapa alasan atas keberadaan harimau di kawasan hutan yang dekat dengan pemukiman warga tersebut, bukan hanya adanya warga yang melihatnya. tetapi ditemukan jejak kaki harimau.

"Atas laporan ini, kami belum bisa memastikan. Kami belum berani menarik kesimpulan karena fakta ilmiah yang ada bahwa harimau jawa telah punah pada tahun 1970 silam," kata Kepala Resort BKSDA 02 Blitar, Joko Dwiyono.

Meski demikian apabila itu benar harimau dengan jenis apapun pihaknya berharap tidak terjadi konflik antara warga setempat dengan binatang buas tersebut.

Sebelumnya, penampakan harimau yang di duga berjenis harimau jawa tersebut diketahui oleh Supriyono, warga Desa Nyawangan saat hendak mencari rumput pakan ternak pada akhir November lalu.

Sesampainya di titik penampakan, ia kaget dan putar arah karena takut melihat hewan yang disebutnya harimau.


(ADI)