Uang Pungli Ambulans Jenazah Korban Kanjuruhan Jember Dikembalikan, Tapi..

Kakak korban, Nurlaela saat menceritakan pungli amblulans yang menimpa keluarganya (Foto / Istimewa) Kakak korban, Nurlaela saat menceritakan pungli amblulans yang menimpa keluarganya (Foto / Istimewa)

JEMBER : Keluarga Aremania korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan asal Jember, Jawa Timur diduga menjadi korban praktik pungli oknum petugas mobil ambulans. Keluarga korban meninggal Faiqotul Hikmah, diminta Rp2,5 juta tanpa dilengkapi kwitansi yang diserahkan kepada petugas pengantar jenazah dari rumah sakit swasta.

Kabar tersebut lantas viral di medsos. Tak lama setelah itu, pihak keluarga korban di Jember dimintai nomor rekening bank, orang yang mengaku sebagai pengantar jenazah. Hal ini diungkapkan kakak  korban meninggal asal Jember, Nurlaela.

Nurlaela mengatakan jika uang yang sebelumnya telah diminta sebelumnya, kini dikembalikan lagi. Namun uang itu tidak sepenuhnya kembali dengan jumlah atau nominal yang utuh.

“Setelah dapat kabar dari sini. Kok bilang sampai ada ribut (ramai-ramai) di sini, di Medsos. Akhirnya sore kemarin, sekitar pukul 5 itu. Tiba-tiba ada telpon dan minta nomor rekening. Dibilang kalau uang yang kemarin saya bayar akan dikembalikan,” katanya, Kamis 6 Oktober 2022.

baca juga : Ramai Korban Tragedi Kanjuruhan Diminta Bayar Biaya Ambulans, Begini Kata Bupati Malang

Uang yang dibayar oleh pihak keluarga korban, kata Nurlaela, benar telah dikembalikan lewat nomor rekening bank. Namun, lanjutnya, uang itu tidak sepenuhnya kembali utuh.

“Benar uang itu dikembalikan. Tapi uang yang kembali hanya Rp 1,9 juta. Sisanya yang Rp 600 ribu, dibilang untuk operasional. Itu yang menghubungi saya katanya Pak Sopir, gak tau namanya siapa,” katanya.

Ditanya dari rumah sakit mana, atau mobil ambulans apa yang mengantar jenazah korban ke Jember? Nurlaela mengatakan tidak tahu. “Karena saat itu kita hanya fokus melihat kedatangan korban. Tidak sampai melihat jelas, mobil ambulans apa yang mengantar,” ujarnya.


(ADI)