Mengintip Rumah Prostitusi "Doraemon" di Mojokerto

Kondisi rumah di Jalan Raya Meri, Kuwung, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto usai digerebek polisi. (metrotv) Kondisi rumah di Jalan Raya Meri, Kuwung, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto usai digerebek polisi. (metrotv)

MOJOKERTO: Sekilas, tak ada yang berbeda dari rumah yang berada di Jalan Raya Meri, Kuwung, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Jika tak ada police line, pasti dianggap rumah biasa.

Namun siapa sangka di dalam rumah bercat hijau dengan pagar warna hitam itu ternyata menjadi arena prostitusi melibatkan puluhan anak di bawah umur yang baru saja dibongkar Polda Jatim.   

Menurut Antok, yang rumahnya persis di depan rumah milik OS, setidaknya selama dua tahun terakhir rumah tersebut memang dijadikan sebagai tempat kos. Usaha itu dilakukan sejak kedua orang tua OS meninggal.

"Sejak orang tuanya meninggal, katanya rumahnya dijadikan tempat kos. Tahunya cuma itu, tidak tahu kos harian apa yang lain, " ujarnya.  

Diakui Antok, beberapa kali sempat menjumpai sejumlah orang dan gadis belia keluar masuk ke rumah. Namun tak menyangka jika rumah tetangganya itu menjadi tempat prostitusi, apalagi melibatkan anak-anak di bawah umur.

"Tahunya waktu dijelaskan petugas yang datang saat ramai-ramei pengrerebekan kemarin itu. Sebelumnya tahunya yang tempat kos saja," ucapnya.

Dalam penggerebekan, warga melihat petugas kepolisian membawa enam orang dari dalam rumah. Empat orang tersebut terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki.

Beberapa hari lalu, Polda Jatim mengerebek rumah ini sekaligus menangkap pemiliknya OS, yang diduga menjalankan bisnis esek-esek. Total sementara OS memiliki 36 anak di bawah umur yang dijual untuk melayani nafsu lelaki hidung belang.

Dalam menjalankan bisnis terlarang ini, OS merekut reseller untuk mencari pelanggan melalui media sosial. Selain berkedok rumah kos, tersangka juga menggunakan kata dan gambar-gambar anime dalam film anak Doraemon dalam berkomunikasi dengan pelangganya.
 
Untuk tarif berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 600 ribu dikemas dengan nama, 'Daftar Harga Wisata Rumah Nobita'. Ada paket Doraemon, Nobita, Sizuka, Suneo, dan Gyant. Tersangka OS juga pernah menjual wanita panggilan usia pelajar kelas 8 SMP dengan tarif Rp 1,3 juta.  

 


(TOM)