PONOROGO: Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditetapkan sebagai daerah tertular Penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyebabnya, ada belasan sapi yang ditemukan positif terjangkit PMK.
Sejumlah sapi milik warga Kecamatan Pudak memiliki gejala seperti mulut mengalami luka dan mengeluarkan liur. Selain itu, sapi tidak mau makan dan kaki bengkak.
"Gejala-gejala tertular PMK sudah mengarah ke 86 sapi sampai jam 18.00 WIB, kemarin, 1 Juni 2022," ujar Kepala Desa Pudak Kulon, Sujadi, di Ponorogo, Kamis, 2 Juni 2022.
Sujadi mengatakan para peternak mengeluh lantaran tidak ada pemasukan. Sebab, mereka tidak bisa mengirim susu.
BACA: Sekandang, 8 Kambing di Situbondo Mendadak Mati
"Ada juga sanksi sosial dari peternak susu yang belum kena, mereka ketakutan," lanjut Sujadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo Masun mengatakan PMK sudah menyebar di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Pudak, Kecamatan Pulung, dan Kecamatan Balong.
"Hal itu sesuai uji laboratorium yang dilakukan beberapa waktu lalu, yakni dari 19 sample yang diuji, semuanya positif terjangkit PMK," ujar Masun.
Para peternak berharap segera ada tindakan dari pemerintah pusat dan daerah untuk menanggulangi PMK ini.
(TOM)