MALANG: Usulan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar Laboratorium Pancasila di Malang dijadikan referensi dalam penguatan persatuan bangsa langsung direspon Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi menyambut baik dan akan menindak lanjuti usulan Khofifah mengenai Laboratorium Pancasila di Malang.
"Saya akan menugaskan dua orang untuk menindaklanjuti apa yang sudah diberikan oleh Ibu Gubernur dan kerja sama itu akan kita lanjuti lebih dalam lagi dalam proses kerja sama nantinya,” kata Yudian, Rabu 27 Oktober 2021.
BACA: Ribut dengan Pacar, Wanita di Malang Tewas Tak Wajar
Sehari sebelumnya, gagasan tersebut diucapkan Gubernur Khofifah yang hadir dalam acara Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Tokoh Agama, Santri, Tokoh Masyarakat, Pemuda, dan Komponen Masyarakat dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2021 di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Jawa Timur, Selasa, 26 Oktober 2021.
Untuk menunjang proses membangun kesetaraan perlakuan di antara seluruh warga bangsa dalam rangka membangun persatuan, Gubernur Khofifah menawarkan fasilitas laboratorium Pancasila dengan koordinasi dari Wali Kota Malang dan Kepala BPIP.
"Di sini (Malang) kan ada laboratorium Pancasila. Jadi saya ingin revitalisasi dari laboratorium Pancasila, sehingga kalau misalnya ada proses kediklatan ada BPSDM di Malang," kata Khofifah.
Khofifah menjamin Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mendukung BPIP jika akan melakukan kediklatan di Laboratorium Pancasila di Malang. Bahkan, Pemkot Malang dipastikan juga akan mendukung penuh.
"Saya rasa ini bisa menjadi referensi nasional, siapa saja, dari mana saja, ingin mengetahui bagaimana Pancasila dan bagaimana, menjadi referensi ideologi bangsa. Semua boleh ke Laboratorium Pancasila di kota Malang ini," ucapnya.
(TOM)