Bertikai, Puluhan Nelayan Pendatang di Pacitan Memilih Pulang Kampung

Sejumlah nelayan bergotong royong mengemas  perahunya dari bumi Pacitan dan memilih pulang kampung (Foto / Metro TV) Sejumlah nelayan bergotong royong mengemas perahunya dari bumi Pacitan dan memilih pulang kampung (Foto / Metro TV)
PACITAN : Puluhan nelayan asal sejumlah daerah mendadak pergi meninggalkan Pacitan, Jawa Timur. Mereka memilih pulang ke kampung halaman setelah terjadi konflik dengan nelayan lokal terkait cara menangkap ikan.

Seperti yang dilakukan nelayan asal Sukabumi, Jawa Barat. Mereka mengemas seluruh peralatanya untuk dibawa pulang kembali ke kampung halaman. Mereka rela meninggalkan wilayah yang selama ini menjadi tempat mencari rezeki demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut salah satu nelayan, konflik yang terjadi belakangan ini akibat perbedaan strategi menangkap ikan di tengah laut. Nelayan dari luar daerah yang suka menggunakan rawe, dengan jumlah mata kail mencapai 800 buah disusun memanjang.

Teryata cara itu kurang disukai nelayan lokal. Sebab, cara rawe tersebut dinilai mempersempit spot penangkapan ikan. Sementara nelayan lokal hanya menggunakan ancet dengan maksimal 100 mata kail.

"Meski berat namun keputusan ini terpaksa kami ambil setelah tidak ada titik temu antara kedua kelompok nelayan," terang Kupitra, nelayan asal Sukabumi Jawa Barat.

Selain dari Sukabumi beberapa nelayan dari daerah lain juga memilih pulang meninggalkan Pacitan.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Sumorohadi memastikan jika kedua cara tangkap ikan tersebut tidak dilarang. Menurutnya, konflik serupa juga pernah terjadi pada tahun 2016 lalu.

"Kami akan mencoba memediasi kedua nelayan ini. Semoga ada titik temu," katanya, Selasa 3 November 2020.

Sekitar 300 nelayan dengan 200 kapal asal luar daerah didatangkan oleh para pengusaha di pacitan untuk menangkap ikan. Perginya para nelayan ini berpotensi membuat pasokan ikan menurun.


(ADI)