PONOROGO : Peralatan minum umumnya terbuat dari keramik, plastik, maupun bahan kaca. Namun seorang pengerajin di Ponorogo, Jawa Timur membuat berbagai peralatan tersebut dari batang bambu. Kesan alami dan unik membuat hasil karya inovatif itu banyak diburu pembeli.
Di tengah masa sulit ekonomi akibat pandemi tak menyurutkan semangat Anang Purbantoro untuk terus berkarya. Pengerajin bambu asal Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis Ponorogo ini membuat berbagai kreasi kerajinan bambu untuk memancing minat pasar.
Setelah beberapa kali melakukan survey pasar, Anang menemukan barang yang banyak diminta yakni set perlengkapan minum. Alat minum seperti cangkir dan teko dari batang bambu saat ini terbilang jarang digunakan masyarakat. Karena umumnya peralatan tersebut terbuat dari kaca, keramik maupun plastik.
“Agar tetap memenuhi selera pasar, butuh ketekunan dan ketelitian dalam proses pembuatan cangkir dari batang bambu ini agar mendapatkan hasil yang maksimal,” terang Anang
Untuk membuatnya, pertama Anang memilih bambu yang memiliki karakter kuat agar tidak mudah pecah saat proses pembuatan. Kemudian, bambu dibentuk sedemikian rupa hingga seperti cangkir. Setelah itu, bahan diperhalus dengan menggunakan ampelas.
Setelah jadi, Anang memberikan sentuhan terakhir yakni membuat pola ukir dan dipernis akan nampak indah dan awet.
Lalu, untuk pemasaranya Anang memanfaatkan media sosial dan juga rumah galeri kerajinan bambu yang ada di desa setempat. Satu set peralatan minum karyanya yang terdiri dari satu buah teko, empat buah cangkir, serta satu buah nampan dijual dengan harga antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.
Semenjak masa pandemi ini, ia sudah menjual beberapa set hingga ke sejumlah daerah. Ia pun terus mengerjakan pesanan dari para pelanggan.
(ADI)