JAKARTA: Teror netizen Indonesia yang mengancam membunuh presiden BWF dan mengirimkan teroris dinilai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sudah berlebihan.
"Kita memang sakit hati, kita boleh marah, tapi harus proposional. Masak kita mau datang ke Kantor BWF dan kita obrak-abrik isi kantornya. Olahraga cari prestasi, bukan perang, " ucap Zainudin Amali dalam program wawancara newsmaker medcom.id, Kamis 25 Maret 2021.
Ditambahkan Zainudin Amali, jika sikappemerintah Indonesia sudah sangat tegas. Bahkan dirinya sendiri juga melontar ucapan keras dengan menyebut BWF sebagai organisasi olahraga dunia yang tidak profesional, tidak transparan dan dikriminatif.
"Dalam bahasa diplomasi, ucapan saya high level (keras). Kita marah, kita sakit hati, tapi harus proposional, " pesanya.
Sebelumnya, akun Instagram resmi BWF mengunggah ancaman dari nitzen Indonesia pada Senin 22 Maret 2021. Federasi bulu tangkis dunia itu memposting ancaman netizen Indonesia itu di Insta Story mereka.
"Dengar, kami akan membunuh Anda semua, mungkin diawali dari pemimpin BWF dan kemudian bersiaplah kalian semua," tulis netizen Indonesia yang tak disebutkan akunnya tersebut.
"Hey dengar, kami akan mengirimkan teroris ke negara Anda, lanjut komentar netizen Indonesia itu.
BWF pun merespons postingan tersebut dengan menggunakan stiker animasi di Instagram. "Tidak oke. Ini tidak oke," tulis Instagram resmi BWF.
Sebelumnya, presiden BWF Poul-Erik Hoyer telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden tersebut. Hoyer mengakui bahwa pihaknya lalai sehingga kejadian tersebut harus terjadi.
"Saya dengan penuh kesungguhan menyampaikan permohonan maaf atas perasaan sakit hati dan frustrasi yang dialami oleh seluruh pemain dan Tim Indonesia," bunyi pernyataan resmi Hoyer.
(TOM)