JAKARTA: Keberadaan kapal selam KRI Nanggala-402 yang dinyatakan tenggelam hingga saat ini masih misteri. Termasuk nasib 53 prajurit yang berada di dalam kapal selam berusia 42 tahun itu.
Komandan KRI Nanggala-402 Heri Oktavian sempat mengunggah video latihan penyelamatan diri saat kapal selam dalam kondisi tenggelam. Video itu ia unggah di akun Instagramnya @class_of_2k2.
Video yang diunggah pada 2019 lalu itu, menunjukkan satu persatu awak kapal keluar dari kabin kapal. Terlihat, dalam video berdurasi 28 tersebut para awak mengenakan submarine escape immersion equipment berwarna oranye.
Dalam unggahanya itu, ada juga sebuah foto awak yang berhasil melakukan proses penyelamatan diri dengan mengenakan submarine escape immersion equipment.
Heri juga menulis sebuah caption yang ia pesankan kepada follower atau siapapun yang melihat akun Instagramnya.
“Jika Anda tidak membaca tentang ini di berita, maka kami baik-baik saja. Tetapi jika Anda menemukannya di berita, mohon doakan kami,” tulis Heri dalam unggahan pada 15 November 2019 yang dikutip Medcom.id, Minggu, 25 April 2021.
Unggahan lawas ini pun banjir doa dari netizen. Mereka mendoakan yang terbaik bagi Komandan Heri dan seluruh awak prajurit kapal selam yang diambil dari nama senjata Prabu Baladewa itu.
“Alfatihah teruntuk semua ABK Nanggala,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
“Semoga ada keajaiban..Aamiin,” tulis netizen lainnya.
Kini status pencarian KRI Nanggala-402 meningkat dari submiss (hilang kontak) menjadi subsunk (tenggelam). Peningkatan pencarian kapal selam milik TNI Angkatan Laut (AL) itu dilakukan menyusul penemuan sejumlah barang bukti autentik.
"Dengan meningkat menjadi subsunk, kita akan siapkan evakuasi medis terhadap anak buah kapal (ABK) yang kemungkinan selamat kita evakuasi, kita lanjutkan proses berikutnya," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam konferensi pers di Lanud Ngurah Rai Bali, Sabtu, 24 April 2021.
KRI Nanggala-402 hilang kontak saat latihan penembakan torpedo di perairan utara Bali, Rabu dini hari, 21 April 2021. Kapal selam itu membawa 53 kru.
Pencarian terus dilakukan di area tersebut. Sebanyak 21 armada dikerahkan mencari KRI Nanggala-402. Antara lain KRI Rigel-933, KRI REM-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Dipenogoro-365, KRI DR Soeharso, dan satu helikopter seri Panther.
TNI mengerahkan 400 personel untuk mencari keberadaan kapal selam tersebut. Ratusan prajurit TNI AL itu akan menyisir perairan Bali. Sementara itu, Polri mengerahkan empat kapal yakni jenis sonar dan robotik, yang memiliki kemampuan menyelam.
(TOM)