TULUNGAGUNG : Sebanyak 2 dari sembilan korban ledakan petasan Tulungagung dipastikan meninggal. Mereka meninggal setelah terkena ratusan petasan saat proses finishing, yakni pemasangan sumbu. Menurut salah seorang korban, MZA, 305 petasan berbagai ukuran itu rencananya disiapkan untuk malam takbiran dan selesai salat Idul Fitri. Tujuannya untuk bersenang-senang.
"Total ada 305 buah. Sebagian sudah diuji coba diledakkan. Sisanya 205 buah," tutur salah seorang korban luka ringan, MZA kepada petugas, Selasa 11 Mei 2021.
MZA mengatakan, petasan itu terbuat dari pipa paralon. Ada yang berdiameter satu dim. Ada yang bergaris tengah lingkaran 4 dim. Sembilan korban yang semuanya warga Desa Sukorejo, gotong royong menggarap bareng sejak awal puasa.
baca juga : 305 Petasan Meledak, 9 Pemuda Tulungagung Kritis
Namun nahas, pada saat proses finishing, yakni menyumbat lubang pangkal sumbu, insiden terjadi. Satu petasan meledak dan langsung menyambar ratusan petasan lainnya.Ledakan menimbulkan dentuman keras yang mengagetkan warga.
Dahsyatnya ledakan sampai merusak bagian bangunan rumah. Sembilan orang yang berada di lokasi kejadian, menderita luka bakar dan robek. Dua orang berinisial MA (25) dan MNI (21) meninggal dunia. Informasi yang dihimpun, satu di antaranya tewas di lokasi kejadian dan satunya di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Iskak Tulungagung.
"Korban meninggal dunia mengalami luka bakar dan robek," ujar Kasi Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Moch Rifai.
Sementara lima korban lain tiga di antaranya berstatus pre operasi dan dua lainnya dibolehkan pulang. Korban rata-rata berusia 21 tahun dan 25 tahun. Paling tua berusia 35 tahun. Korban MZA mengalami luka bakar di wajah, tangan dan bagian tubuh. Saat insiden terjadi dia berjarak sekitar tiga meter dari pusat ledakan. Kapolsek Rejotangan AKP Heri Purwanto mengatakan, proses penyelidikan masih dilakukan.
"Masih dilakukan penyelidikan. Data korban masih diinventarisasi," ujar Heri.
(ADI)