JAKARTA: Obat dari virus korona atau Covid-19 memang belum ditemukan. Namun bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Dari data yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Selasa 17 Maret 2020, sebanyak 8 penderita korona dinyatakan sehat kembali.
Tiga diantara pasien sembuh itu muncul dalam konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin 16 Maret 2020. Ketiga pasien perempuan yang ditandai dengan identitas Kasus 01, Kasus 02 dan Kasus 03 berbagi pengalaman dan pesan.
1. Menjaga Privasi dan Menghargai Pasien
Pasien Kasus 01 berpesan agar semua pihak diminta untuk menjaga privasi dan menghargai pasien yang tengah terkena virus korona. Jangan sampai orang luar menghakimi pasien yang positif terserang dengan berbagai stigma negatif. Jika ini terjadi, pasien akan menjadi korban dua kali.
“Saya selama diisolasi, selama seminggu saya nangis terus,” kata pasien Kasus 01.
Dia mengaku menangis bukan karena dinyatakan positif korona, tapi tekanan batin yang dideritanya akibat identitasnya yang terungkap. Informasi yang simpang siur terkait dirinya juga beredar.
2.Apresiasi untuk Tenaga Kesehatan
Pemerintah bisa memberikan apresiasi sekaligus insentif pada pihak-pihak yang mau menjadi garda depan dalam menangani ckorona. Mereka yang terus bekerja nggak kenal lelah melayani pasien.
“Mereka juga punya family, saya memohon perhatian untuk mereka, mereka luar biasa kerjanya," tutur pasien Kasus 02.
3.Jangan Panik
Pasien Kasus 01, 02, dan 03 meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi virus korona. Kepanikan akan membuat sistem imun menjadi turun. Akibatnya, seseorang jadi rentan terkena virus, termasuk COVID-19. Mereka juga berharap agar masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh mereka.
4.Jaga Pola Makan, Kebersihan, dan Istirahat Cukup
Selama pandemi virus masih berlangsung, masyarakat harus menjaga pola makan yang baik, menjaga kebersihan, dan beristirahat cukup.
"Kalau kita diminta pembatasan sosial sementara, ya kita lakukan sebaik mungkin," tutur pasien Kasus 03.
(TOM)