PASURUAN. Berbagai aneka jenis makanan olahan terpampang dalam acara “Festival Bandeng Jelak” di Halaman Dinas Perikanan, Kota Pasuruan, Rabu 11 Maret 2020.
Mulai dari bakso, lumpia, siomay, sosis, kerupuk, asem-asem hingga puding. Tidak hanya itu, ada juga makanan olahan dengan bentuk baru yang diberi nama unik. Seperti fruit bandeng, bola bandeng hingga bendeng beranak.
Selain itu, semua makanan olahan ini berbahan utama sama, yaitu bandeng jelak, ikan bandeng khas Pasuruan. Acara ini sengaja digelar Dinas Perikanan Pasuruan untuk memotivasi para petambak bandeng jelak sekaligus memperingati HUT Kota Pasuruan ke 334.
Festival Bandeng Jelak yang baru pertama kali digelar ini diikuti 38 kelompok, terdiri dari 34 perwakilan tiap kelurahan dan 4 perwakilan tiap kecamatan di Kota Pasuruan.
Selama ini bandeng jelak Pasuruan memang dikenal punya ciri-ciri yang berbeda dari bandeng-bandeng dari daerah lain. Seperti bentuknya lebih panjang, dagingnya gurih dan durinya yang lebih lembek.
Salah satu peserta Rini Widyawati mengatakan pada Festival Bandeng Jelak ini, bersama dengan timny membuat olahan makanan berupa kulit bandeng crispy, bakso ikan bandeng, asem-asem bandeng, serta bandeng beranak.
“Untuk bandeng beranak ini juga baik untuk kesehatan. Di dalam bandeng ada ketan, wortel, buncis dan kita buat sedikit pedas, “ ucapnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Edy Yana mengatakan jika bandeng jelak yang berasal dari kampung Jelak di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul mempunyai potensi berkembang lebih bagus. Tahun 2019, produksi budidaya ikan air payau itu mencapai 1834 ton.
“Pasar bandeng jelak tidak hanya di Pasuruan tapi juga sudah sampai di luar kota seperti di Sidoarjo. Untuk itu harus terus dikembangkan, termasuk melalui festival seperti ini yang akan kita gelar rutin tiap tahun, “ ucapnya.
Juara dari Festival Bandeng Jelak akhirnya jatuh kepada Kelurahan Pekuncen yang berhak mendapatkan tophy dan uang pembinaan Rp 1,5 Juta. Disusul peringkat kedua dari Kelurahan Kebon Agung dan Kelurahan Petamanan di peringkat ketiga.
(TOM)