Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan perantingan pohon di sejumlah jalan protokol. Hal itu dilakukan guna meminimalkan dampak pohon tumbang akibat angin kencang saat memasuki peralihan musim atau pancaroba.
Wakil Wali Kota Armuji meminta warga Surabaya menginformasikan bila menemui pohon lebat agar bisa dilakukan perantingan. Warga dapat menghubungi lurah, camat setempat atau Call Center 112.
Pemkot Surabaya juga tengah melakukan pengerjaan saluran atau pemasangan box culvert pada pada 55 titik di Kota Surabaya. "Pengerjaan saluran itu berhasil membuat beberapa kawasan rawan banjir, kini sudah tak muncul luapan air," ungkap Armuji, dilansir dari Antara, Rabu, 5 Oktober 2022.
Ia mengatakan pihaknya berusaha mengebut pembangunan agar saat musim hujan tiba warga Surabaya tidak terganggu. Pemkot juga melakukan pemetaan wilayah-wilayah rentan banjir, genangan dan macet pada saat terjadi hujan deras sehingga dapat dicarikan alternatif penyelesaiannya.
Selain itu, Armuji menyebut pihaknya juga akan mengecek kesiapan rumah pompa dan pengerukan saluran yang ada di kampung-kampung.
Prakirawan cuaca BMKG Maritim Tanjung Perak Adi Hermanto mengatakan, saat ini Surabaya sedang berada pada musim pancaroba. Diprediksi musim hujan terjadi pada November mendatang.
"Sepanjang Oktober ini masih peralihan musim. Tapi, ada kecenderungan cuacanya lebih basah daripada musim kemarau kemarin," ujar Adi, dilansir dari Antara, Rabu, 5 Oktober 2022.
Adi menyebut ada beberapa faktor yang mengakibatkan hujan turun pada masa peralihan musim saat ini, salah satunya efek La Nina yang menyebabkan atmosfer lebih basah.
Meski hujan mulai turun, intensitasnya masih rendah sehingga bisa jadi tidak turun atau terjadi setiap hari. Walaupun hujan turun, partikel atau butiran air yang jatuh lebih besar dan deras.
BACA: Pohon Tumbang Timpa Rumah, Kepala Nenek Terluka
(SUR)